Buntut Ledakan Gudang Amonium Nitrat di Beirut, PM Lebanon Hassan Diab dan 4 Menteri Mundur

Presiden Lebanon Michel Aoun memimpin rapat di istana kepresidenan di Baabda, Lebanon, Kamis (13/2/2020). - Antara/Reuters\\n\\n
11 Agustus 2020 03:17 WIB Sutarno News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Buntut kasus ledakan gudang amonium nitrat di Beirut, Selasa (4/8/2020), Perdana Menteri Lebanon, Hassan Diab, menyatakan mundur dari jabatannya setelah empat menteri mengundurkan diri.

Menurut laporan Aljazeera.com, Diab telah menyerahkan pengunduran dirinya kepada Presiden Lebanon, Michael Aoun, dan tengah menyiapkan pidato penguduran dirinya.

Baca juga : Ledakan di Beirut Setara Gempa 3,3 Magnitudo, Muncul Lubang Sedalam 43 Meter

Tensi politik di Lebanon memanas pasca ledakan gudang amonium nitrat yang menewaskan sekitar 200 orang dan melukai sedikitnya 6.000 orang.

Senin pagi (10/8/2020) waktu Beirut, Menteri Hukum Marie Claude Najem menjadi menterai terakhir yang menyatakan mundur dari Kabinet PM Hassan Diab.

Baca juga: Kapal Pesiar Ikut Tenggelam dalam Ledakan Beirut, Pemilik Tuntut Ganti Rugi

Pada Minggu (9/7/2020), Menteri Informasi Manal Abdel Samad dan Menteri Pembangunan Administrasi dan Lingkungan Damianos Kattar menyatakan pengunduran dirinya.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Nassif Hitti mengundurkan diri beberapa hari setelah ledakan gudang amonium nitrat di Pelabuhan Beirut.

Dengan demikian sudah empat menteri yang menyatakan mundur dari Kabinet PM Hassan Diab. Konstitusi Lebanon menyebutkan bahwa kabinet dinyatakan bubar jika lebih dari 2/3 menterinya mengundurkan diri. Namun karena tensi politik memanas, PM Hassan Diab memilih mundur dan nasib kabinet tergantung dengan PM baru.

Sumber : Bisnis.com