Muhammadiyah Minta Ormas Lebih Dilibatkan dalam Tracing Covid-19

Rapid test Covid-19 secara massal dilakukan terhadap pedagang di pasar rakyat Bantul - ANTARA/Hery Sidik
07 Agustus 2020 06:37 WIB Nindya Aldila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Penulusuran (tracing) Covid-19 membutuhkan sumber daya manusia yang besar sehingga ormas dinilai perlu lebih dilibatkan, terutama di wilayah terpencil.

Wakil Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Corona Rintawan mengatakan dukungan masyarakat lintas sektor diperlukan untuk melakukan proses tracing.

Menurutnya, dinas kesehatan yang selama ini bertanggung jawab untuk tracing masih kekurangan tenaga. Sementara itu, keterlibatan organisasi masyarakat masih dirasa kurang.

"Saya kira ormas banyak bermanfaat dalam hal kebencanaan dan menarik jika dilibatkan dengan catatan bisa meningkatkan kemampuan tracing," ujarnya dalam Webinar, Kamis (6/8/2020).

Dokter Umum Puskesmas Dompu Timur NTB Laela Soraya mengatakan proses tracing membutuhkan keterlibatan masyarakat, seperti aparat desa yang dinilai lebih persuasif.

Pada kenyataannya, proses tracing yang tidak maksimal juga diperparah dengan tingkat sosialisasi yang rendah ke tingkat daerah yang lebih kecil.

Banyak masyarakat yang takut keluarganya dikucilkan jika dalam proses tracing harus melakukan isolasi.

"Bukan hanya kami, tetapi kami butuh aparat desa, atau toga [tokoh agama] toma [tokoh masyarakat] untuk melakukan pendataan, pemantauan, sampai edukasi, dan mendorong sukarela masyarakat untuk melaporkan jika memang ada gejala," ungkap Laela.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia