Wacana PSBB Jilid II, Ini Kata Ketum Gerakan Pakai Masker..

Ketua Umum Gerakan Pakai Masker (GPM) Sigit Pramono. - Antara/M Agung Rajasa
03 Agustus 2020 14:27 WIB Edi Suwiknyo News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Wacana pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dianggap semakin mendekatkan perekonomian Indonesia ke dalam pusaran resesi.

Ketua Umum Gerakan Pakai Masker (GPM) Sigit Pramono dalam sebuah webinar mengungkapkan bahwa kepatuhan untuk menjalankan protokol kesehatan menjadi jalan utama dibandingkan kembali melakukan PSBB. "Kalau melakukan PSBB lagi implikasinya ke ekonomi akan sangat buruk, makanya kita pilih pakai masker," kata Sigit, Senin (3/8/2020).

Sigit menambahkan bahwa Indonesia saat ini menempati posisi 97 negara teraman dari pandemi Covid-19. Angka ini menunjukkan bahwa kondisi Indonesia belum sepenuhnya aman dari pandemi Covid-19.

BACA JUGA : CEK FAKTA: Benarkah Tak Pakai Masker di Jogja Akan 

Peringkat ini juga nanti bisa memengaruhi tendensi para investor untuk berinvestasi. Semakin kecil angkanya semakin aman artinya kepercayaan investor atas keamanan suatu negar dari pandemi Covid-19 juga besar.

"Sekarang kita juga tahu sekarang ini karena kalau enggak ada kita sama-sama itu belum bisa masuk ke Arab Saudi, kita masih lama menunggunya kalau kita tidak bisa memperbaiki dengan melakukan disiplin pakai ini," jelasnya.

Adapun, peringkat negara yang dianggap amam dari pandemi Covid-19 adalah Swiss. Sementara itu, negara-negara seperti Austria, Australia dan Korea Selatan masuk ke 10 besar.

BACA JUGA : Resmi! Tak Pakai Masker di Bantul Didenda Rp100.000

Sejumlah negara yang disebutkan di atas menurut Sigit memang sangat rapi dalam penanganan pendemi covid 19.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia