Motif Pembunuhan Mutilasi Bos Ojol Terungkap, Pelaku Mantan Asisten Pribadinya, Punya Utang Rp1,3 Miliar

Bos transportasi online Pathao dan Gokada, Fahim Saleh. - Ist/ New York Times
19 Juli 2020 11:17 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, NEY YORK-- Misteri tewasnya bos transportasi online Pathao dan Gokada, Fahim Saleh akhirnya terungkap. Fahim Saleh yang ditemukan tewas secara tragis di kamar apartemennya di Manhattan, New York, pada Selasa, 14 Juli 2020, dibunuh oleh mantan asisten pribadinya.

Tersangka adalah Tyrese Devon Haspil, 21. Pembunuhan ini sempat memunculkan spekulasi pembunuhan oleh seorang profesional. Beberapa penyelidik berteori bahwa tersangka telah mencoba menjadikan pembunuhan itu seperti pembunuhan profesional untuk mengalihkan perhatian dari dirinya sendiri.

Baca juga : Bos Ojek Online Tewas Dimutilasi di New York

Dalam video keamanan setempat menunjukkan seseorang yang mengenakan setelan hitam, topeng dan sarung tangan lateks mengikuti korban, Fahim Saleh, ke apartemennya, sambil membawa tas ransel. Orang itu kemudian membunuh Saleh dengan Taser, menikamnya sampai mati dan kembali keesokan harinya untuk memotong-motongnya dengan gergaji listrik.

Seorang pejabat hukum mengatakan pembunuhan itu tampak seperti dilakukan oleh profesional. Tetapi bukti dengan cepat menunjuk pelakunya adalah seseorang yang dekat dengan korban, yakni asisten pribadinya yang dulu.

Baca juga: Microsoft Kurangi Tenaga Kerja, Ini Penyebabnya

Kepala detektif, Rodney K. Harrison, mengatakan bahwa Haspil adalah asisten eksekutif Saleh yang menangani keuangan dan masalah pribadinya.

"Haspil juga berutang dalam nominal yang besar pada korban," kata Rodney, dikutip dari New York Times.

Pelaku pernah mencuri uang korban senilai Rp1,3 miliar, namun karena kemurahan hati korban, pelaku tidak diproses hukum, namun dipecat.

Saleh bahkan menawarkan untuk mengatur cara agar mantan karyawannya itu melunasi utangnya dalam jumlah yang sama dengan rencana pembayaran.

Saleh ditemukan tewas pada hari Selasa. Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh sepupunya, yang mengunjungi kondominium mewah senilai Rp33 miliar di East Houston Street di Lower East Side, tempat tinggal Saleh.

Sepupu itu, khawatir setelah tidak mendengar kabar dari Saleh selama sehari. Ketika sepupu itu tiba di apartemen, ia menemukan pemandangan yang mengerikan. Kepala dan anggota badan Saleh telah dilepas, dan sebagian tubuhnya ditempatkan di dalam kantong plastik. Gergaji listrik terpasang di dekat situ. Penyelidik telah menyimpulkan bahwa Saleh telah dibunuh sehari sebelumnya.

Saleh, keturunan Bangladesh yang lahir di Arab Saudi, dibesarkan di New York. Dia mendirikan perusahaan transportasi Pathao pada 2015, kemudian aplikasi berbagi tumpangan motor Gokada pada 2018.

Gokada merupakan aplikasi penyedia layanan ojek online yang populer di Nigeria. Namun, pejabat setempat melarang ojek motor atau "okada" dalam bahasa lokal.

Sumber : nytimes