Advertisement
Motif Pembunuhan Mutilasi Bos Ojol Terungkap, Pelaku Mantan Asisten Pribadinya, Punya Utang Rp1,3 Miliar
Bos transportasi online Pathao dan Gokada, Fahim Saleh. - Ist/ New York Times
Advertisement
Harianjogja.com, NEY YORK-- Misteri tewasnya bos transportasi online Pathao dan Gokada, Fahim Saleh akhirnya terungkap. Fahim Saleh yang ditemukan tewas secara tragis di kamar apartemennya di Manhattan, New York, pada Selasa, 14 Juli 2020, dibunuh oleh mantan asisten pribadinya.
Tersangka adalah Tyrese Devon Haspil, 21. Pembunuhan ini sempat memunculkan spekulasi pembunuhan oleh seorang profesional. Beberapa penyelidik berteori bahwa tersangka telah mencoba menjadikan pembunuhan itu seperti pembunuhan profesional untuk mengalihkan perhatian dari dirinya sendiri.
Advertisement
Baca juga : Bos Ojek Online Tewas Dimutilasi di New York
Dalam video keamanan setempat menunjukkan seseorang yang mengenakan setelan hitam, topeng dan sarung tangan lateks mengikuti korban, Fahim Saleh, ke apartemennya, sambil membawa tas ransel. Orang itu kemudian membunuh Saleh dengan Taser, menikamnya sampai mati dan kembali keesokan harinya untuk memotong-motongnya dengan gergaji listrik.
Seorang pejabat hukum mengatakan pembunuhan itu tampak seperti dilakukan oleh profesional. Tetapi bukti dengan cepat menunjuk pelakunya adalah seseorang yang dekat dengan korban, yakni asisten pribadinya yang dulu.
Baca juga: Microsoft Kurangi Tenaga Kerja, Ini Penyebabnya
Kepala detektif, Rodney K. Harrison, mengatakan bahwa Haspil adalah asisten eksekutif Saleh yang menangani keuangan dan masalah pribadinya.
"Haspil juga berutang dalam nominal yang besar pada korban," kata Rodney, dikutip dari New York Times.
Pelaku pernah mencuri uang korban senilai Rp1,3 miliar, namun karena kemurahan hati korban, pelaku tidak diproses hukum, namun dipecat.
Saleh bahkan menawarkan untuk mengatur cara agar mantan karyawannya itu melunasi utangnya dalam jumlah yang sama dengan rencana pembayaran.
Saleh ditemukan tewas pada hari Selasa. Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh sepupunya, yang mengunjungi kondominium mewah senilai Rp33 miliar di East Houston Street di Lower East Side, tempat tinggal Saleh.
Sepupu itu, khawatir setelah tidak mendengar kabar dari Saleh selama sehari. Ketika sepupu itu tiba di apartemen, ia menemukan pemandangan yang mengerikan. Kepala dan anggota badan Saleh telah dilepas, dan sebagian tubuhnya ditempatkan di dalam kantong plastik. Gergaji listrik terpasang di dekat situ. Penyelidik telah menyimpulkan bahwa Saleh telah dibunuh sehari sebelumnya.
Saleh, keturunan Bangladesh yang lahir di Arab Saudi, dibesarkan di New York. Dia mendirikan perusahaan transportasi Pathao pada 2015, kemudian aplikasi berbagi tumpangan motor Gokada pada 2018.
Gokada merupakan aplikasi penyedia layanan ojek online yang populer di Nigeria. Namun, pejabat setempat melarang ojek motor atau "okada" dalam bahasa lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : nytimes
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Prabowo Perintahkan Polri Usut Tuntas Penyiraman Andrie Yunus
- Polisi Didesak Tangkap Dalang Teror Penyiram Air Keras Aktivis
- Tips Mudik Aman 2026, Gunakan Layanan 110 Jika Ada Gangguan
- Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Bappenas Ingatkan Risiko Serius
- Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Dinilai Ancam Demokrasi
Advertisement
Mudik Lebaran 2026: Penumpang Terminal Giwangan Jogja Naik 15 Persen
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Iran Ancam Balas Dendam Jika AS Berani Incar Mojtaba Khamenei
- Bulog Banyumas Guyur Bantuan Pangan untuk Warga di Banyumas Raya
- Info Mudik 2026, Puluhan Ribu Orang Mulai Tinggalkan Bali Menuju Jawa
- Konsumsi Multivitamin Harian Berpotensi Memperlambat Penuaan
- Pantauan Jalur Selatan Jateng Pemudik Mulai Padati Simpang Wangon
- Anggaran MBG Tembus Rp19 Triliun per Bulan, Ini Datanya
- AS Tarik 2.000 Marinir dari Jepang, Perkuat Serangan Lawan Iran
Advertisement
Advertisement







