Advertisement
Korea Utara Tolak Pertemuan dengan AS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) bertemu Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, di Hanoi, Vietnam, Rabu (27/2/2019). - REUTERS/Leah Millis
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Korea Utara kembali menegaskan tidak berminat melakukan pembicaraan lagi dengan Amerika Serikat. Kabar tersebut mencuat hanya beberapa jam sebelum Stephen Biegun tiba di Seoul untuk mendiskusikan negosiasi nuklir.
Yonhap pada Selasa (7/7/2020) melaporkan, Dirjen Kementerian Luar Negeri Korea Utara Kown Jong-gun menyatakan masih ada yang membicarakan kemungkinan pertemuan antara Korea Utara - AS, padahal Wakil Menteri Luar Negeri Pertama Choe Son-hui sudah menegaskan keengganannya.
Advertisement
BACA JUGA : Popularitas Donald Trump Kian Anjlok
"Secara eksplisit sekali lagi [saya] katakan, kami tidak berminat untuk duduk berhadapan dengan AS," kata Kwon seperti dikutip dari Korean Central News Agency, Selasa (7/7/2020).
Pernyataan ini dilontarkan sesaat sebelum Deputi Sekretaris Negara AS Stephen Biegun, utusan Washington untuk menangani isu Korea Utara, tiba di Seoul.
Desas-desus pertemuan AS - Korut ini berkembang usai Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menyatakan akan berupaya mendorong pertemuan terealisasi sebelum pilpres AS pada November.
Kwon menegaskan, upaya Korea Selatan berperan sebagai mediator akan sia-sia.
BACA JUGA : Kim Jong-un Tangguhkan Rencana Aksi Militer ke Korea
"Pembicaraan tidak masuk akal, yang tidak mengubah upaya mereka untuk memediasi pertemuan DPRK - AS, terus terdengar dari selatan. Mereka tampaknya memiliki telinga yang buruk atau terbiasa berbicara sesuka mereka," kata Kwon.
DPRK adalah kependekan dari Republik Rakyat Demokratik Korea.
Sementara itu, Donald Trump dan Kim Jong-un sudah bertemu hingga tiga kali sejak Juni 2018 untuk membahas rencana senjata nuklir. Namun, hasilnya nihil lantaran ketidakseimbangan antara denuklirisasi Pyongyang dan sanksi yang akan dijatuhkan oleh Washington.
Dilansir dari Channel News Asia, Biegun mengatakan pada pekan lalu bahwa masih ada waktu bagi kedua belah pihak bertemu. Namun, akibat Covid-19 pertemuan ini akan sulit terealisasi.
Pada bulan lalu, Korea Selatan meningkatkan ketegangan dengan Korea Selatan dengan meledakkan kantor penghubung bersama, tepat di sisi perbatasannya sebelum tiba-tiba menunda rencana aksi militer yang tidak ditentukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- MRP Kecam Penembakan Pilot Smart Air oleh KKB di Papua
- Satgas Ungkap 20 KKB Serang Pesawat Smart Air di Papua, Dua Kru Tewas
- DPR Desak SKB Tiga Menteri Atasi 11 Juta PBI BPJS Nonaktif
- Gempa Donggala M4,1 Guncang Sulteng, BMKG Ungkap Penyebabnya
- Pendaftaran Calon Pimpinan OJK Dibuka, Begini Tahapan dan Syaratnya
Advertisement
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Rayakan Valentine di Rumah! Ini Rekomendasi Film yang Cocok
- SIM Keliling Gunungkidul 14 Februari 2026, Perpanjang SIM Lebih Mudah
- SIM Keliling Sleman 14 Februari 2026, Perpanjangan SIM Lebih Praktis
- Modric Bawa AC Milan Menang Tipis 2-1 atas Pisa
- COMMUNICATED Perkuat Kader TATAK Dampingi Pasien Kanker Payudara
- SIM Keliling Jogja 14 Februari 2026, Perpanjangan SIM Lebih Mudah
- Chelsea Bungkam Hull City 4-0 dan Melaju ke 16 Besar Piala FA
Advertisement
Advertisement








