Advertisement
Awas, 2 Lokasi Ini Jadi Tempat Rawan Penularan Covid-19
Kasus Covid-19 secara nasional, Minggu (28/6/2020). - BNPB
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Penularan virus Covid-19 masih harus diwaspadai. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengingatkan kembali penambahan pasien positif Covid-19 menggambarkan disiplin melaksanakan protokol kesehatan belum dilaksanakan dengan baik.
Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menjelaskan penambahan pasien positif berarti ada orang yang sakit terkonfirmasi positif tetapi tidak melaksanakan isolasi diri dengan baik.
Advertisement
"Masih ada kontak tracing dari kasus konfirmasi positif belum bisa diperiksa labnya dan belum bisa laksanakan isolasi dengan baik," jelasnya dalam konferensi pers, Minggu (28/6/2020).
Baca juga: Iklan Diboikot, Mark Zuckerberg Kehilangan Miliaran Dolar
Yuri menjelaskan penambahan pasien positif juga ada kelompok rentan yang tidak patuh jaga jarak, tidak memakai masker dan tidak rajin cuci tangan.
Jumlah kasus positif Covid-19 secara nasional bertambah 1.198 kasus per Minggu, sehingga kumulatif 54.010 kasus. Sedangkan jumlah pasien sembuh bertambah 1.027 orang sehingga kumulatif 22.936 orang. Korban meninggal bertambah 34 orang sehingga kumulatif 2.754 orang.
Sementara seiring dengan pelaksanaan prinsip kembali produktif dengan aman, Yuri mengingatkan tempat rawan penularan, di mana orang bertemu berkumpul dengan waktu lama.
Baca juga: Denada Umumkan Jual Rumah, Warganet Minta Baim Wong hingga Ibu Ayu TingTing Membelinya
"Di kantor kita harus perhatikan betul pengaturan tempat kerja, pastikan di kantor tetap pakai masker," jelasnya.
Yuri juga mengingatkan pasar juga tempat paling rawan terjadinya penularan. Oleh karena itu, Gugus Tugas akan melakukan pengaturan terhadap operasional pasar, agar dipastikan semua pengunjung penjual bisa menjalankan protokol kesehatan.
"Demikian juga rumah makan, warung, dengan mulai aktivitas perkantoran harus perhatikan saat jam makan siang. Di saat bersama-sama inilah tempat rawan terjadi penularan," tuturnya.
Semua masyarakat, lanjut dia, harus mencari cara supaya aman dari ancaman Corona-19 dan sekaligus produktif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- 22 Biksu Sri Lanka Ditangkap Bawa 110 Kg Ganja dari Thailand
- Suhu Tembus 34C! Tangerang Raya Jadi Wilayah Terpanas Jabodetabek
- Jejak Kelam Washington Hilton: Dua Insiden Penembakan Presiden AS
- Pemerintah Keluarkan PMK 24/2026, Harga Tiket Pesawat jadi Lebih Murah
- Mensos: Data DTSEN Harus Dimulai dari Desa
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Viral Balik Nama Tanah Warisan Kena Pajak? DJP Tegaskan Tak Ada PPh
- Akademisi UGM: Program Magang Nasional Bantu Tekan Pengangguran
- Sam Altman Minta Maaf, Kasus Penembakan Kanada Seret OpenAI
- Talud Sungai Jogja Rapuh, Rp4 Miliar Disiapkan untuk 5 Titik Prioritas
- Command Center MBG Resmi 17 Mei 2026 Perbaiki Tata Kelola
- Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 27 April 2026, Tarif Rp8.000
- Prabowo Hadiri Resepsi El Rumi-Syifa Hadju di Raffles Jakarta
Advertisement
Advertisement









