Advertisement
WNI Diduga Dalangi Love Scam Rp172 M, Ditangkap di Thailand
Online Scam / Ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Seorang warga negara Indonesia (WNI), AW, 33, ditangkap di Phuket atas dugaan menjadi otak jaringan penipuan asmara (love scam) lintas negara.
Channel News Asia melaporkan, nilai kerugian yang ditimbulkan diperkirakan mencapai US$10 juta atau sekitar Rp172,2 miliar, dengan korban mayoritas warga Amerika Serikat.
Advertisement
AFP mengungkapkan, penangkapan dilakukan pada Jumat (24/4/2026) di kawasan Pantai Kamala setelah adanya Red Notice dari Interpol serta surat perintah penangkapan dari otoritas AS. Sebelumnya, FBI melacak keberadaan tersangka yang diketahui berpindah dari Dubai ke Thailand.
Modus: Sewa Model hingga Investasi Kripto Palsu
BACA JUGA
Dalam menjalankan aksinya sejak 2022, jaringan ini menggunakan modus canggih dengan menyewa model pria dan wanita untuk membangun hubungan romantis palsu dengan korban.
Para korban dihubungi melalui aplikasi kencan dan media sosial, lalu diyakinkan melalui komunikasi intens hingga video call.
Setelah hubungan terjalin, korban diarahkan untuk berinvestasi di platform mata uang kripto palsu yang menampilkan keuntungan fiktif. Uang yang disetorkan korban kemudian hilang tanpa jejak.
Perwakilan Kepolisian Imigrasi Thailand, Suriya Poungsombat, menyebut tersangka diburu atas dugaan penipuan elektronik terhadap warga AS dengan nilai kerugian besar.
Jaringan Terorganisasi dan Lintas Negara
Kasus ini menunjukkan evolusi kejahatan siber yang semakin terorganisasi. Tidak lagi dilakukan individu, tetapi melibatkan jaringan dengan peran terstruktur, termasuk perekrutan model profesional untuk meningkatkan kepercayaan korban.
Al Jazeera mengungkapkan,tersangka diduga beroperasi dari Uni Emirat Arab sebelum akhirnya ditangkap di Thailand. Saat ini, ia ditahan di pusat detensi imigrasi Bangkok sambil menunggu proses hukum, termasuk kemungkinan ekstradisi ke AS.
Peringatan bagi Pengguna Media Sosial
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat, khususnya pengguna aplikasi kencan dan media sosial. Penipuan berbasis hubungan emosional menjadi salah satu modus paling efektif karena memanfaatkan kepercayaan dan kedekatan personal.
Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan antara lain:
- Tidak mudah percaya pada orang asing di dunia maya
- Menghindari tawaran investasi dari pihak yang baru dikenal
- Memverifikasi identitas lawan komunikasi
- Segera melaporkan akun mencurigakan ke platform terkait atau aparat
Fenomena love scam terus berkembang dengan teknik yang semakin canggih dan lintas negara. Kewaspadaan menjadi kunci utama agar tidak menjadi korban berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Tantangan Sekolah Rakyat Teratasi, Pembelajaran Dinilai Makin Stabil
- Viral Balik Nama Tanah Warisan Kena Pajak? DJP Tegaskan Tak Ada PPh
- Akademisi UGM: Program Magang Nasional Bantu Tekan Pengangguran
- Sam Altman Minta Maaf, Kasus Penembakan Kanada Seret OpenAI
- Perlintasan KA di Jogja Rawan, Aulia Reza Dorong Keselamatan Kolektif
- Eks Pekerja Sritex Desak Pemerintah Ambil Alih Pabrik Jadi BUMN
- Talud Sungai Jogja Rapuh, Rp4 Miliar Disiapkan untuk 5 Titik Prioritas
Advertisement
Advertisement









