Advertisement
Suhu Tembus 34C! Tangerang Raya Jadi Wilayah Terpanas Jabodetabek
Warga menutup sinar matahari yang menyinari muka saat matahari bersinar terik di musim kemarau. - Harian Jogja/Nina Atmasari
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Cuaca panas ekstrem kembali menyengat Jabodetabek. Tangsel dan Kota Tangerang tercatat sebagai wilayah terpanas dengan suhu mencapai 34 derajat Celsius, warga diminta waspada dampak kesehatan.
Berdasarkan laporan pemantauan suhu dari Zoom Earth pukul 12.12 WIB, kondisi panas tersebut membuat wilayah lain seperti DKI Jakarta, Depok, dan Bekasi menyusul dengan suhu sekitar 33 derajat Celsius.
Advertisement
Kondisi ini membuat warga merasakan dampak langsung berupa tubuh mudah lemas, keringat berlebih, hingga risiko dehidrasi saat beraktivitas di luar ruangan.
Meski suhu hari ini sedikit menurun dibandingkan sehari sebelumnya yang sempat mencapai 34 derajat di Jakarta, kondisi panas ekstrem tidak hanya terjadi di Jabodetabek. Beberapa wilayah lain seperti Jawa Timur dilaporkan hampir menyentuh 40 derajat Celsius, sementara Medan juga mencatat suhu hingga 34 derajat.
BACA JUGA
Fenomena ini diduga berkaitan dengan pengaruh El Niño yang masih berlangsung serta masa transisi menuju musim kemarau yang diperkirakan dimulai pada Mei 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memprediksi suhu di Indonesia masih berada pada kategori relatif normal sepanjang 2026, namun kondisi lokal seperti kawasan perkotaan tetap berpotensi mengalami panas ekstrem akibat efek “urban heat island”.
Fenomena ini terjadi ketika area perkotaan dengan dominasi beton, aspal, dan minim ruang hijau memerangkap panas lebih lama dibanding wilayah terbuka. Tangerang Selatan dan Kota Tangerang menjadi contoh wilayah yang terdampak cukup signifikan akibat pesatnya pembangunan.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak kesehatan dari cuaca panas, terutama dehidrasi, pusing, kram otot, hingga heatstroke. Gejala awal seperti haus berlebihan, urine berwarna gelap, dan tubuh lemas tidak boleh diabaikan.
Masyarakat diimbau memperbanyak konsumsi air putih minimal 2–3 liter per hari, menggunakan pakaian longgar berbahan katun, serta menghindari aktivitas di bawah terik matahari antara pukul 10.00 hingga 14.00 WIB.
Penggunaan pelindung seperti topi, kacamata hitam, dan payung juga disarankan untuk mengurangi paparan langsung sinar matahari.
Jika mengalami gejala berat seperti kulit panas tanpa keringat, detak jantung cepat, atau kebingungan, masyarakat diminta segera mencari tempat teduh dan mendapatkan pertolongan medis.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk mulai beradaptasi dengan kondisi cuaca panas yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan seiring masuknya musim kemarau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- 22 Biksu Sri Lanka Ditangkap Bawa 110 Kg Ganja dari Thailand
- Suhu Tembus 34C! Tangerang Raya Jadi Wilayah Terpanas Jabodetabek
- Jejak Kelam Washington Hilton: Dua Insiden Penembakan Presiden AS
- Pemerintah Keluarkan PMK 24/2026, Harga Tiket Pesawat jadi Lebih Murah
- Mensos: Data DTSEN Harus Dimulai dari Desa
Advertisement
Sekolah Rakyat Kulonprogo Dikebut, Target Rampung Juni 2026
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Tantangan Sekolah Rakyat Teratasi, Pembelajaran Dinilai Makin Stabil
- Viral Balik Nama Tanah Warisan Kena Pajak? DJP Tegaskan Tak Ada PPh
- Akademisi UGM: Program Magang Nasional Bantu Tekan Pengangguran
- Sam Altman Minta Maaf, Kasus Penembakan Kanada Seret OpenAI
- Talud Sungai Jogja Rapuh, Rp4 Miliar Disiapkan untuk 5 Titik Prioritas
- Command Center MBG Resmi 17 Mei 2026 Perbaiki Tata Kelola
- Klinik Satelit Makkah Siaga Layani Jamaah Haji 2026
Advertisement
Advertisement








