Heboh Nenek di Gresik Positif Covid-19 karena Mi Instan

Mi instan. - Istimewa/Antara
28 Juni 2020 08:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, GRESIK - Seorang nenek di Gresik, Jawa Timur bernama Aromi, 55,  warga Desa Sekapuk, kecamatan Ujungpangkah Gresik, mengaku dinyatakan positif corona setelah makan mi instan. 

Sekarang Nenek Aromi sudah sembuh. Ia dinyatakan sembuh setalah dirawat selama 37 hari di RSUD Ibnu Sina karena terpapar virus corona atau covid-19.

Cerita terpaparnya nenek ini bermula saat dirinya hendak mencari makanan sahur. Namun nahas, di dalam rumahnya tidak ada ketersediaan nasi. Dengan terpaksa ia akhirnya memakan mie instan untuk bekal puasa.

Tak berlangsung lama, perut Aromi kesakitan. Perempuan dengan tiga cucu itu akhirnya dibawa ke Puskesmas terdekat. Dokter menyatakan ada infeksi di lambungnya. Diperkirakan karena setelah makan mie instan.

Selain itu petugas medis setempat juga melakukan rapid tes terhadap Aromi. Hasilnya ia dinyatakan reaktif. Seketika itu ia dirujuk ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Memang sebelumnya saya punya penyakit lambung, terpaksa makan mie akhirnya kambuh,” kata Aromi saat dihubungi, Minggu (27/6/2020).

Setiba di Rumah Sakit, Aromi tidak diperkenankan pulang. Ia harus dirawat sembari menunggu tes swab. Setelah menunggu belasan hari, tes swab akhirnya keluaur. Hasilnya ia dinyatakan positif corona.

“Saya dirawat di RS hampir sebulan lebih. Kondisinya baik-baik saja, malah nafsu makan saya bertambah,” katanya.

Bagaimana ia bisa sembuh dari penyakit mematikan itu? Aromi bercerita selama dirawat ia disuguhi dengan makanan sehat. Seperti sayur-sayuran dan makanan tinggi serat. Disamping itu, pikiran juga harus dijaga. Tidak boleh sedih apalagi memikirkan hal-hal yang negatif.

Selain itu dukungan keluarga juga perlu. Selama dikarantina di RS, ia mengaku selalu disemangati oleh anak-anaknya. Meski tidak bisa bertemu langsung, dukungan itu diberikan melalui seluler.

“Alhamdulillah sekarang saya bisa kembali lagi pulang dan bisa bertemu dengan cucu-cucu saya. Ini juga berkat do’a dan dukungan keluarga saya bisa sembuh,” tuturnya.

Nah, kabar Aromi terpapar virus corona membuat petugas medis melakukan tracing. Seluruh anggota keluarga dilakukan rapid tes.

Beruntung hasilnya semuanya negatif. Kendati demikian, mereka semuanya diminta untuk melakukan isolasi mandiri.

Saat ini, Aromi sudah sembuh, ia diperbolehkan berkumpul denan keluarganya lagi. Supaya tidak terpapar virus corona lagi, Aromi mengantisipasi dengan berjemur di bawah terik matahari. Disamping itu juga harus menjaga makanan sehat dengan tinggi serat.

Sumber : Suara.com