Advertisement
Mendagri Respons Kasus Penjarahan Pascabencana Sibolga
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian merespons soal kasus viral penjarahan di sejumlah minimarket dan Gudang Bulog Kota Sibolga, Sumatera Utara, sebagai dampak dari bencana banjir dan tanah longsor yang mengakibatkan sebagian besar wilayah terisolir sehingga sulit menerima bantuan.
Mendagri menjelaskan kasus tersebut sudah ditangani oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta TNI/Polri.
Advertisement
"Tadi Bapak Menko PMK Pratikno langsung terbang ke Sibolga bersama BNPB, langsung mengambil alih bersama dengan TNI dan Polri, sekarang dropping [penyaluran bantuan dari udara] sudah cukup. Sekarang kita lagi mencari, daerah-daerah mana yang masih terisolir dan masyarakat memerlukan bantuan," kata Mendagri Tito Karnavian di Jakarta, Senin (1/12/2025).
Mendagri menegaskan penyaluran bantuan akan terus dioptimalkan melalui segala jalur agar masyarakat tidak kekurangan stok pangan maupun kebutuhan sehari-hari.
BACA JUGA
"Kalau bisa [penyaluran bantuan] darat, ya darat, kalau enggak bisa, laut. Enggak bisa juga, lewat udara, banyak yang dropping juga menggunakan udara. Penjarahan di beberapa daerah yang terjadi, kebanyakan yang terekspos di daerah Sibolga karena memang banyak daerah yang terisolir tadi, dan enggak mudah untuk langsung melakukan dropping kepada mereka. Stok mereka mungkin kurang, lapar, sehingga kemudian ada yang masuk ke pertokoan," katanya.
Diketahui, viral di media sosial video yang menunjukkan puluhan warga terdampak banjir dan longsor dilaporkan memasuki Gudang Bulog Sarudik di Kota Sibolga, Sumatera Utara, pada Sabtu (29/11) sore.
Dalam rekaman video yang beredar, warga terlihat berdesakan masuk ke area gudang dan membawa keluar sejumlah karung beras serta minyak goreng. Beberapa anak juga tampak ikut mengangkut karung beras dari dalam gudang.
Peristiwa serupa turut dilaporkan terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah. Sebuah video yang beredar menunjukkan sekelompok warga mengambil barang dari sejumlah minimarket di wilayah itu usai banjir dan longsor yang melanda sejak awal pekan menyulitkan akses terhadap kebutuhan pokok.
Rekaman lain menampilkan warga memasuki minimarket dengan pintu yang sudah terbuka sebagian, lalu mengambil berbagai kebutuhan harian, seperti makanan instan, air minum, dan perlengkapan dasar sebelum meninggalkan lokasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Anak Balita Tiba-Tiba Menolak Makan, Ini Penyebabnya
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
- Kementerian Pertahanan Pastikan Pemberlakuan WFH Karyawan
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
- Performa Motor Tetap Terjaga Ini Cara Honda Edukasi Pengendara
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Sering Dianggap Wajar Kebiasaan Ini Diam-Diam Menguras Energi
Advertisement
Advertisement








