Waspadai Gejala Penyakit Jantung dari Perubahan Wajah

Ilustrasi serangan jantung - boldsky.com
13 Juni 2020 21:27 WIB Mia Chitra Dinisari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pramono Edhi Wibowo, adik Ani Yudhoyono atau adik ipar Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), meninggal dunia karena serangan jantung, Sabtu (13/6/2020).

Dia menderita sakit jantung sejak Maret 2020 lalu. Serangan jantung memang merupakan salah satu penyakit mematikan yang kadang tidak disadari serangannya.

Banyak kasus serangan jantung tidak menunjukkan gejala. Umumnya, gejala serangan jantung adalah nyeri dada. Faktanya, ada empat tanda peringatan dapat terlihat di wajah Anda yang menunjukkan Anda mungkin berisiko tinggi terkena serangan.

Serangan jantung sebagian besar disebabkan oleh penyakit jantung koroner (PJK), suatu kondisi di mana arteri koroner menjadi menyempit oleh penumpukan lemak secara bertahap yang disebut atheroma.

British Heart Foundation menjelaskan, jika sepotong ateroma pecah, gumpalan darah terbentuk di sekitar ini untuk mencoba dan memperbaiki kerusakan pada dinding arteri.

"Gumpalan ini dapat menyumbat arteri koroner Anda - baik penyumbatan parsial (dikenal sebagai NSTEMI) atau penyumbatan total (STEMI)," kata badan kesehatan tersebut dikutip dari Express.co.uk.

Penyumbatan menyebabkan otot jantung Anda kekurangan darah dan oksigen, sehingga memicu serangan jantung. Sebagian yang membuat serangan jantung begitu mengerikan adalah risiko kematiannya. Ada persepsi bahwa itu akan menyebabkan Anda tiba-tiba jatuh ke lantai dengan nyeri dada yang menyakitkan dan setiap detik berarti.

Meskipun benar bahwa serangan jantung datang tiba-tiba dan nyeri dada adalah salah satu tanda peringatan utama, risiko Anda terkena serangan jantung bisa menjadi sinyal jauh sebelum peristiwa mematikan itu.

Ini penting karena memberi Anda warning untuk memperhatikan tanda-tanda peringatan dan mengambil tindakan untuk menangkal ancaman.

Faktanya, sebuah studi komprehensif di Denmark yang melibatkan sekitar 10.500 orang menunjukkan bahwa risiko Anda terkena serangan jantung dapat digambarkan dalam fitur wajah Anda.

"Temuan kami menunjukkan bahwa daun telinga mengerut, deposit kolesterol pada kelopak mata, bintik-bintik botak dan garis rambut yang surut mencerminkan usia biologis tubuh dan bukan hanya usia kronologis," kata Anne Tybjærg-Hansen, seorang profesor klinis di Universitas Kopenhagen dan seorang dokter kepala di Departemen Biokimia Klinis di Rumah Sakit Universitas Kopenhagen.

"Penelitian kami menemukan hubungan antara tanda-tanda ini dan peningkatan risiko serangan jantung, yang tidak tergantung pada usia kronologis dan faktor risiko lain yang diketahui untuk penyakit jantung seperti kadar kolesterol tinggi, tekanan darah, dan merokok." Lanjutnya.

Lebih dari 10.000 orang berusia 20 tahun ke atas diperiksa selama 35 tahun untuk melihat tanda-tanda penuaan, termasuk tingkat rambut yang mulai memutih, keriput.

Hasilnya, mereka menemukan empat gejala pada wajah seseorang yang mengalami serangan jantung. Yakni kebotakan, garis rambut makin masuk ke dalam, kerutan daun telinga dan endapan kolesterol pada kelopak mata dan pada kornea.

Para peneliti juga memeriksa berat badan, kadar kolesterol, tekanan darah, kebiasaan merokok dan kemungkinan penyakit seperti diabetes.

Sekitar 35 tahun kemudian, para peneliti dapat melihat kembali catatan medis para peserta. Di sini mereka mencatat pasien mana yang diperiksa yang mengalami komplikasi jantung berikutnya.

Dari sekitar 10.500 orang dalam penelitian ini, 3.401 menderita penyakit jantung, sementara 1.708 menderita serangan jantung.

Dalam analisis data mereka, para peneliti harus memfilter data untuk fokus secara eksklusif pada korelasi antara tanda-tanda penuaan yang terlihat dan risiko pengembangan penyakit jantung, tidak tergantung usia dan faktor risiko lain yang diketahui untuk penyakit jantung.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia