Suap Wahyu Setiawan KPU, KPK Terus Buru Pelaku Lain

Ilustrasi - Petugas KPK lakukan penggeledahan - Antara Foto / Aprillio Akbar
01 Juni 2020 01:37 WIB Setyo Aji Harjanto News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Dalam kasus suap pengurusan Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPR RI yang melibatkan eks Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan bakal mencari pelaku lain. 

Lembaga antirasuah itu menyatakan kasus tersebut tidak berhenti hanya di empat pelaku saja. Hal ini disampaikan oleh Plt Juru bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat.

Dia menegaskan bahwa pihaknya tetap membuka peluang untuk menjerat pihak lain terlibat dalam kasus tersebut. "Apabila dari analisa Penuntut Umum, fakta-fakta hukum, dan pertimbangan majelis hakim ternyata ditemukan dua bukti permulaan yang cukup adanya dugaan keterlibatan pihak lain, maka tentu akan ditindaklanjuti," ujar Ali saat dikonfirmasi, Minggu (31/5/2020).

Sejumlah nama yang diduga terlibat dalam kasus ini sempat muncul saat proses hukum memasuki tahap persidangan. Atas dasar itu, ucap Ali, pihaknya bakal terus menganalisa fakta sidang guna mencari dua alat bukti baru untuk menjerat tersangka lain.

Terlebih, majelis hakim pengadilan Tipikor sudah menjatuhkan vonis terhadap salah satu terdakwa yang menjadi penyuap komisioner KPU dari unsur kader PDIP, Saeful Bahri.

"Untuk pengembangan tentu kami masih menunggu putusan lengkap, untuk dipelajari lebih lanjut," kata Ali.

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat menjatuhkan vonis 1 tahun 8 bulan terhadap mantan caleg yang juga kader PDIP Saeful Bahri. Majelis hakim juga menjatuhkan denda Rp150 juta subsider 4 bulan kurungan terhadap Saeful.

"Telah secara sah yang meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi, yang dilakukan secara bersama-sama dan berlanjut," ujar Hakim Ketua Panji Surono di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (28/5/2020).

Hakim mengatakan Saeful Bahri selaku kader PDIP terbukti menyuap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan lewat mantan anggota Bawaslu yang juga kader PDIP Agustiani Tio Fridelina.

Sumber : Bisnis.com