China Tuding AS Sebarkan Kebohongan soal Virus Corona

Menteri Luar Negeri China Wang Yi - JIBI/Bisnis.com
25 Mei 2020 18:07 WIB Asteria Desi Kartika Sari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Luar Negeri China Wang Yi menuduh Amerika Serikat (AS) menyebarkan konspirasi dan kebohongan tentang virus Corona. Dia mendesak AS untuk berhenti membuang-buang waktu dalam menangani pandemi Covid-19.

Presiden AS Donald Trump, yang menghadapi pemilihan ulang tahun ini dan telah dikritik karena penanganannya atas pandemi Covid-19, di mana Trump telah menyalahkan China karena berusaha menutupi wabah itu.

Wang mengatakan bahwa China telah bertindak secara bertanggung jawab untuk menjaga kesehatan publik global sejak virus pertama kali muncul pada bulan Desember.

Dalam konferensi pers tahunan selama sesi parlemen China, Wang mengatakan bahwa beberapa kekuatan politik di AS mengambil sandera hubungan China-AS

Dia tidak memerinci apa kekuatan-kekuatan itu, tetapi dia mengatakan mereka berusaha mendorong kedua negara kita ke ambang Perang Dingin yang baru.

"Selain kerusakan yang disebabkan virus corona, ada juga virus politik yang menyebar di AS," kata dia seperti dikutip BBC, Senin (25/5/2020).

"Beberapa politisi sepenuhnya mengabaikan fakta-fakta dasar dan telah mengarang terlalu banyak kebohongan yang menargetkan China, dan merencanakan terlalu banyak konspirasi."

Kendati begitu, dia menyerukan kerjasama antara Washington dan Beijing dalam menanggulangi wabah tersebut.

"Kami berdua memikul tanggung jawab utama untuk perdamaian dan pembangunan dunia," katanya.

Donald Trump dan Beijing telah melakukan perdagangan duri berulang dalam beberapa pekan terakhir, pada isu-isu dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan potensi tuntutan hukum terhadap China atas dugaan penutupan wabah Covid-19.

Kedua kekuatan dunia telah mengalami gesekan yang sudah berlangsung lama atas isu-isu seperti perdagangan dan hak asasi manusia, tetapi ketegangan telah meningkat secara dramatis di tengah pandemi. Pandemi telah memperburuk hubungan antara Amerika Donald Trump dan China Xi Jinping.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia