Takut Ditagih, Buruh Bangunan Pemenang Lelang Rp2,5 Miliar Motor Listrik Jokowi Diperiksa Polisi

Ilustrasi - Freepik
21 Mei 2020 22:27 WIB Sutarno News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - M. Nuh, pemenang lelang amal motor Listrik bertanda tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) senilai Rp2,5 Miliar kini harus berurusan dengan polisi karena tak bisa menebus motor tersebut. Dia cuma buruh bangunan.

Acara lelang motor listrik bertandan tangan Presiden Jokowi itu berlangsung di sela-sela acara Berbagi Kasih Bersama Bimbo yang disiarkan serentak di beberapa stasiun televisi pada Minggu 17 Maret.

Penawaran lelang mencapai angka puncak Rp2,5 miliar yang dimenangi peserta dari Jambi bernama M. Nuh. Setelah ditunggu-tunggu, rupanya panitia tidak menerima transfer dana dari seorang yang mengaku bernama M Nuh tersebut.

Usut punya usut, Nuh ternyata mengira justru akan mendapatkan dana Rp2,5 miliar dari hasil lelang itu dan dia hanyalah seorang buruh bangunan. Apa mau di kata, panitia lelang pada konser amal Berbagi Kasih Bersama Bimbo harus gigit jari. Mereka harus menerima kenyataan pahit untuk tidak mendapatkan donasi Rp2,5 miliar dari M Nuh.

Masalah itu menyeret M Nuh berurusan dengan polisi. Kantor berita Antara melaporkan bahwa M Nuh telah diperiksa Polsek Pasar Kota Jambi.

Kapolda Jambi Irjen Firman Shantyabudi mengatakan M Nuh, 46, pemenang acara lelang sepeda motor listrik yang ditandatangani Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) senilai Rp2,5 miliar untuk acara menyumbang dana bagi korban Covid-19, sudah diperiksa dan dimintai keterangannya di Mapolsek Pasar, Kota Jambi.

"Pemenang lelang motor listrik dengan harga Rp2,5 miliar sudah kami periksa," kata Irjen Firman melalui pesan WhatsApp kepada sejumlah wartawan, di Jambi, Kamis (21/5/2020) seperti dilaporkan Antara.

Menurut Kapolda, M Nuh pemenang lelang motor listrik adalah warga Kampung Manggis, Kecamatan Pasar, Kota Jambi itu hanya diwawancara di Polsek Pasar, Kota Jambi dan tidak ada penangkapan maupun penahanan kepada yang bersangkutan.

Firman menambahkan, setelah dilakukan wawancara, ternyata yang bersangkutan tidak paham acara tersebut pelelangan.

"Ya memang yang bersangkutan tidak paham acara yang diikuti adalah lelang, dan yang bersangkutan mengira bakal dapat hadiah bukannya penyumbang," kata Kapolda Jambi.

Selanjutnya, karena yang bersangkutan ditagih, jadi dia meminta perlindungan ke pihak kepolisian.

"Karena ketakutan ditagih, dia justru minta perlindungan kepada polisi dan melapor ke Polsek Pasar, Kota Jambi," kata Irjen Firman Shantyabudi.

Camat Pasar, Kota Jambi, Mursidah saat dihubungi mengatakan tengah mendalami siapa sosok Nuh yang memenangi lelang sepeda motor listrik yang ditandatangani Presiden Jokowi itu.

Ada satu orang bernama M. Nuh yang tinggal di Kampung Manggis, Kecamatan Pasar, Kota Jambi. Namun, dia bukan pengusaha melainkan hanya buruh bangunan.

Pihaknya juga sudah menurunkan semua perangkat untuk mencari sosok Nuh. 

Secara terpisah, Ketua RT 20 Ibrahim mengakui bahwa warganya ada yang bernama M Nuh, tetapi bukan sebagai pengusaha.

"Ada warga saya, latar belakangnya tidak mungkin. Karena dia buruh bangunan, memang ada warga saya," ujarnya pula.

Ibrahim menjelaskan, dia mengetahui kabar tersebut dari berita yang viral melalui WhatsApp (WA), dan kemudian para wartawan dan instansi mendatanginya.

"Memang ada warga saya nama M Nuh, tapi dia bekerja sebagai buruh bangunan, bukan pengusaha," ujarnya lagi.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia