PSBB Tak Konsisten Diterapkan, Penanganan Covid-19 Kian Lama

Warga memadati kawasan pedagang kaki lima di Pasar Tanah Abang saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta, Minggu (17/5/2020). Meski pertokoan di Pasar Tanah Abang tutup karena PSBB, menjelang hari lebaran kawasan tersebut dipadati pedagang kaki lima yang berada di gang-gang dekat pasar. - JIBI/Bisnis.com/Himawan L Nugraha
19 Mei 2020 21:57 WIB Nyoman Ary Wahyudi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Pakar Epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono khawatir terhadap upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang tidak optimal karena penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tidak berjalan secara konsisten.

“Kebijkan yang tumpang tindih di antara anak buahnya pak Jokowi itu yang membuat sulit dan masyarakat cendrung tidak patuh,” kata Pandu melalui sambungan telepon kepada Bisnis, Jakarta, pada Selasa (19/5/2020).

Hal itu, jelas dia, membuat upaya untuk segera pulih dari pandemi Covid-19 bakal membutuhkan waktu yang lebih lama lagi.

“Ini yang membuat kita prihatin. Tadinya mau turun kasusnya jadi enggak turun. Sehingga kita bisa lama lagi untuk benar-benar melonggarkan PSBB ini,” ujarnya.

Dengan demikian, dia menggarisbawahi, kunci dari upaya memutus mata rantai penyebaran virus kini ada pada masyarakat dan bukan pemerintah.

“Jadi masyarakat yang harus memberitahukan linkungannya untuk bisa patuh terhadap PSBB demi kepentingan bersama,” ujarnya.

Kendati demikian, dia menegaskan, penerapan PSBB di wilayah DKI Jakarta pada tahap awal berkontribusi secara signifikan dalam menurunkan kurva kasus Covid-19.

“Salah satu indikator yang bisa kita monitor yaitu mobilitas penduduk, lewat big data dari Google, kelihatan sekali begitu 60 persen masyarakat tinggal di rumah, kurva Covid-19 kemudian langsung menurun,” tuturnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memutuskan kembali memperpanjang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah selama 14 hari lagi atau dua pekan lagi.

"PSBB akan kami perpanjang 14 lagi," kata Anies dalam paparannya yang disiarkan akun YouTube Pemprov DKI Jakarta, Selasa (15/5/2020).

Pelaksanaan PSBB Jilid III ini akan meneruskan PSBB Jilid II yang akan berakhir pada pada 21 Mei mendatang. Anies mengungkap salah satu kajian epidemiologi sebagai pertimbangannya.

"Bila kita melakukan kedisiplinan berada di rumah dua minggu ke depan. Maka InsyaAllah setelah dua minggu ini kita bisa keluar dari fase PSBB. Ini Insyaallah akan jadi fase terakhir PSBB kita," jelas Anies.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia