Menko Luhut: Pemerintah Gelontorkan Rp34,1 Triliun untuk Majukan UMKM

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan pada kegiatan peresmian secara virtual Gerakan Nasional (Gernas) BanggaBuatanIndonesia dan BeliProdukIndonesia oleh Presiden Joko Widodo, Kamis (14 - 5 / 2020)/Kemenko Maritim dan Investasi.
14 Mei 2020 15:47 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan menyatakan pemerintah melakukan berbagai cara untuk memajukan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Salah satunya cara yang dilakukan ialah dengan memberikan pelatihan dan menyiapkan anggaran yang cukup besar untuk UMKM

“Pemerintah memberikan pelatihan dan pemerintah juga memberikan Rp34,1 T yang diberikan kepada UMKM ini,” kata Luhut di peresmian ksecara virtual Gerakan Nasional (Gernas) #BanggaBuatanIndonesia dan #BeliProdukIndonesia, Kamis (14/5/2020). 

Luhut pun mendorong para pelaku UMKM untuk memanfaatkan sebaik-baiknya dukungan yang diberikan oleh pemerintah, khususnya di tengah kondisi pandemi seperti saat ini.

“Orang Inggris bilang “chances never come twice”, kesempatan tidak datang dua kali, jadi Bapak Ibu ayo kita sungguh-sungguh, lakukan, manfaatkan, buat produk-produk Indonesia, cinta produk-produk Indonesia, kita beli produk Indonesia. Itu semua saya pikir hebat,” ujarnya. 

Lebih lanjut, Luhut mendorong UMKM untuk bisa bergabung dalam platform penjualan secara daring atau digital.

Menurut Luhut, hal itu dilakukan agar promosi produk-produk UMKM bisa dilakukan dengan lebih luas.

Dia menuturkan, langkah-langkah yang dilakukan pemerintah untuk mendorong UMKM bergabung ke platform daring ini salah satunya ialah dengan adanya kerja sama semua lintas kementerian dengan para pelaku UMKM. 

"Pemerintah memfasilitasi [UMKM] untuk bisa semua masuk di dalam online ini,” ujarnya. 

Luhut menyatakan UMKM yang merupakan pilar dari perekonomian Indonesia ini diharapkan dapat bergabung dan bersama-sama memajukan kualitas produk Indonesia.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia