Nuzulul Quran Jadi Momentum Perkuat Kepedulian di Tengah Pandemi

Menteri Agama Fachrul Razi - kemenag.go.id
10 Mei 2020 12:07 WIB Hafiyyan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pada tanggal 17 Ramadan merupakan  malam Nuzulul Qur'an atau malam turunnya Alquran untuk seluruh umat manusia melalui Nabi Muhammad SAW.

Menteri Agama Fachrul Razi mengajak umat Islam menjadikan Nuzulul Qur'an sebagai momentum memperkuat kepedulian.

"Mari jadikan semangat Nuzulul Qur'an untuk meneguhkan momentum untuk bersatu dan saling peduli," ujar Menag di Jakarta, dikutip dari laman resmi Kemenag, Sabtu (9/5/2020).

Menurutnya, saat ini bangsa sedang dihadapkan pada ujian wabah Covid-19. Kebersamaan dan ketaatan atas komitmen bersama yang diajarkan Alquan adalah modal dan solusi bagi permasalahan bangsa termasuk dalam mengatasi wabah Covid-19.

Menag optimis wabah Covid-19 bisa segera diatasi. Alquran mengajarkan, bahwa Allah tidak akan memberi cobaan yang umat tidak kuat memikulnya.

"Laa yukallifullaahu nafsan illa wus'ahaa. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya," ujar Menag mengutip ayat 286 surat Al Baqarah.

Menag menambahkan, sebagai kitab suci, Alquran memiliki arti penting bagi umat Islam karena menjadi pedoman kehidupan.

Karenanya, lanjut Menag, Kementerian Agama terus berupaya memfasilitasi masyarakat untuk dapat memahami Al Qur'an. Salah satunya dengan terus menerbitkan terjemah dan tafsir Al Qur'an dalam berbagai bahasa daerah untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia akan pemahaman kitab sucinya secara mendalam.

"Al Qur'an adalah pembeda antara yang hak dan yang bathil, sumber petunjuk untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Peringatan Nuzul Alquran menjadi momentum untuk memahami pesan Al Qur'an dan mengamalkannya sebagai pedoman dalam membangun peradaban yang unggul, maju dan mulia," tutupnya.

Sumber : Kemenag.go.id/Bisnis.com