Advertisement
900 Pelanggan PLN Mengadukan Tagihan Listrik Per Hari
Warga memeriksa meteran listrik prabayar di Rumah Susun Benhil, Jakarta, Selasa (11/02/2020). - JIBI/Bisnis.com/Eusebio Chrysnamurti
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – PT PLN (Persero) mendapat 900 keluhan tentang lonjakan tagihan listrik dari pelanggan per hari. Keluhan naiknya tagihan listrik tersebut dirasakan oleh pelanggan rumah tangga 900 volt ampere (VA) non subsidi ke atas.
Executive Vice President Quality Assurance Produk dan Layanan PLN Hikmat Drajat mengatakan jumlah rerata nasional khususnya terkait keluhan lonjakan konsumsi pemakaian listrik mencapai 900 pelanggan per hari. Adapun laporan tersebut diterima melalui contact center, email, facebook dan twitter PLN.
Advertisement
"Untuk jumlah keluhan rata-rata nasional, dalam lonjakan konsumsi pemakaian listrik total sekitar 889 yang kami catat hampir 900 pelanggan setiap hari melalui berbagai media," ujarnya dalam telekonferensi, Rabu (6/5/2020).
Setiap keluhan yang masuk, langsung diteruskan kepada unit wilayah PLN di masing-masing wilayah. Dengan begitu, para petugas PLN di daerah dapat menindaklanjuti keluhan pelanggan terkait lonjakan tagihan listrik.
Dia menuturkan secara umum terdapat empat jenis pencatatan meteran listrik yakni pertama, dilakukan langsung oleh petugas di seluruh unit PLN.
Kedua, dilakukan melalui pencatatan rata-rata penggunaan karena pelanggan tsk mengirimkan foto meteran. Ketiga, melalui swa kelola mandiri atau dilakukan oleh pelanggan itu sendiri dengan mengirimkan foto meteran.
"Keempat melalui pencatatan otomatis terhadap meteran," kata Hikmat.
Dia menuturkan pada Maret lalu terdapat dua poin pencatatan meteran listrik yakni pencatatan rata-rata penggunaan dan pencatatan langsung oleh petugas.
"Bulan April dimana pembayaran di bulan Mei dilakukan pencatatan mandiri meski belum banyak. Untuk pencatatan swa kelola mandiri masih di bawah 1 persen, pencatatan manual di atas 50 persen dan pencatatan rata-rata penggunaan mencapai 40 persen," tuturnya.
Hikmat menegaskan pencatatan penggunaan kwh meter sesuai rerata tiga bulan terakhir dan pelaporan stand meter mandiri oleh pelanggan sudah sesuai dengan best practice protocol internasional global utility services.
Hal ini juga dilakukan oleh Kanada, Eropa, dan Amerika dimana mereka juga meminta pelanggan mengirimkan stand meternya melalui online dan juga pencatatan rerata pengguna listrik di tengah Covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Hashim Djojohadikusumo Akan Pimpin Satgas Pembiayaan Taman Nasional
- Kapal Thailand Diserang di Selat Hormuz hingga Terbakar
- Friderica Widyasari Sari Terpilih Ketua OJK 2026-2031
- Iran Minta Negara Arab Tunjukkan Lokasi Pasukan AS-Israel
- Tersangka Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Ajukan Restorative Justice
Advertisement
Sleman Siapkan Rp30 Miliar Bangun Gedung Baru Perpustakaan Daerah
Advertisement
Wisata Gunung Bromo Siap Sambut Wisatawan saat Libur Lebaran 2026
Advertisement
Berita Populer
- Viral Persahabatan Siswa SMK Bantul, Alif Dapat Laptop dari Alumni
- PSIM Unggul 2-1 atas Persijap Babak Pertama, Sempat Mati Lampu
- Kapal Thailand Diserang di Selat Hormuz hingga Terbakar
- Prabowo Target Bangun PLTS 100 Gigawatt, Percepat Swasembada Energi
- 27.200 Warga Sleman Diprediksi Ikuti Salat Idul Fitri, Ini Lokasinya
- YouTube Uji Teknologi Deteksi Deepfake AI untuk Pejabat dan Jurnalis
- Prabowo Targetkan Dividen BUMN Rp800 Triliun dari Danantara
Advertisement
Advertisement







