Berawal dari Pasien, Begini Kronologi 34 Dokter dan Paramedis di RS Kariadi Terinfeksi Corona

Ilustrasi. - Antara/M. Risyal Hidayat
19 April 2020 09:07 WIB Imam Yuda Saputra News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG – Puluhan dokter di rumah sakit  RS Kariadi Semarang positif terjangkit Covid-19. Direktur Utama (Dirut) RS Kariadi Semarang, dr Agus Suryanto, akhirnya buka suara.

Dalam video yang disebarkan kepada awak media, Agus menuturkan kronologi para dokter RS Kariadi Semarang tertular virus corona. Agus menyebutkan puluhan dokter dan tenaga medis RS Kariadi Semarang diketahui positif Covid-19 melalui tes swab yang digelar Selasa (14/4/2020).

Ada 34 orang yang dinyatakan positif dalam tes itu. Mereka terdiri dari 6 dokter spesialis, 24 peserta pendidikan dokter spesialis (PPDS), dua tenaga fisioterapi, 1 perawat, dan 1 tenaga administrasi.

“Jadi bukan 40 [pegawai RSUP Kariadi] seperti yang diberitakan, tapi 34. Jumlah 40 yang diisolasi itu [di Hotel Kesambi Hijau], termasuk anggota keluarganya,” terang Agus dalam rekaman video yang diterima JIBI, Jumat (17/4/2020).

Agus mengungkapkan berdasarkan penelusuran, penyebab banyaknya dokter positif terinfeksi Covid-19 itu karena lamanya proses identifikasi pasien di RS Kariadi Semarang.

Awalnya, ada pasien yang tidak masuk kategori Covid-19. Kemudian, si pasien dirawat oleh satu kelompok bedah saraf. Belakangan diketahui pasien itu positif terinfeksi virus corona.

“Jadi ada pasien bedah saraf, anak, kebetulan juga pulang paksa. Ternyata, orang tuanya yang pemeriksaan di tempat lain, dari daerah yang terjangkit, dinyatakan positif. Jadi identifikasinya terlambat,” sambung Agus.

Selain di kelompok bedah saraf, penularan juga terjadi di kelompok dokter kandungan di RS Kariadi Semarang yang merawat seorang ibu hamil positif Covid-19. Pasien itu sempat menjalani operasi hingga menularkan virus corona kepada tenaga medis yang menangani.

Isolasi Mandiri

Setelah dilakukan tracing dan swab, para dokter itu sebenarnya sudah diminta melakukan isolasi mandiri. Tetapi ada beberapa dokter yang tidak melakukan instruksi dengan baik.

“Namun, ada beberapa dokter yang melakukan isolasi tidak baik. Sehingga menularkan ke rekan sejawatnya,” timpal Agus.

Agus mengatakan tenaga medis di RS Kariadi Semarang yang positif terpapar Covid-19 paling banyak dari kelompok bedah. Total ada empat dokter spesialis bedah yang dinyatakan positif dan 15 PPDS bedah saraf.

Sementara itu, hingga saat ini total sudah ada 57 pegawai RSUP dr Kariadi Semarang yang telah terinfeksi virus corona. Dari jumlah sebanyak itu, sembilan orang dinyatakan sembuh, dan dua orang meninggal dunia.

Sumber : JIBI/Solopos