FAO: Blokade Hormuz Mengancam Produksi dan Distribusi Pangan Global
FAO memperingatkan blokade Selat Hormuz dapat menurunkan produksi dan pasokan pangan global pada semester II 2026 dan 2027.
Ilustrasi. /freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja memberdayakan seluruh Kampung Tangguh Bencana yang sudah terbentuk di kota tersebut menjadi Kampung Tangguh Covid-19. Hal itu dilakukan sebagai bentuk gerakan bersama seluruh masyarakat untuk mencegah penularan penyakit virus Corona penyebab Covid-19 itu.
“Sudah ada 115 Kampung Tangguh Bencana [KTB] yang terbentuk dan seluruhnya diberdayakan untuk bersama-sama mengantisipasi penularan wabah Covid-19 di wilayah,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja, Hari Wahyudi, Kamis (16/4/2020).
Ia berharap, dengan adanya kesadaran bersama seluruh masyarakat di wilayah untuk bersama-sama menjalankan pola hidup bersih dan sehat serta disiplin menjalankan protokol pencegahan Covid-19, maka mata rantai penularan virus corona pun bisa diputus.
Sebagai Kampung Tangguh Covid-19, Hari menyebut, warga mendapatkan berbagai pengetahuan untuk mencegah penularan virus Corona, di antaranya dengan menyiapkan tempat cuci tangan dengan sabun, serta membersihkan lingkungan dan melakukan disinfeksi secara rutin.
“Pengurus Kampung Tangguh Bencana sudah kami bekali dengan berbagai informasi mengenai upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan virus corona, harapannya informasi tersebut disosialisasikan ke seluruh warga kampung,” katanya.
Saat ini pun, lanjut Hari, BPBD Kota Jogja juga memberikan fasilitas berupa cairan disinfektan yang bisa diperoleh secara gratis oleh masyarakat.
“Sudah kami bungkus dengan takaran tertentu disertai instruksi untuk pembuatannya. Satu bungkus bisa dilarutkan dengan air 77 liter sampai 90 liter. Tidak boleh kurang atau lebih karena hasilnya justru tidak maksimal,” katanya yang juga membekali masyarakat dengan cara penggunaannya.
Selain itu, lanjut Hari, pengurus Kampung Tangguh Bencana diminta membantu pengurus di wilayah masing-masing untuk memantau kondisi lingkungan, salah satunya jika ada pendatang yang masuk ke kampung agar segera melapor ke RT/RW.
“Pengurus kampung juga diminta memantau pelaksanaan physical distancing di wilayah berjalan dengan baik, misalnya mengingatkan jika ada warga yang masih kumpul-kumpul,” katanya.
Sedangkan bagi kampung yang belum ditetapkan sebagai Kampung Tangguh Bencana, Hari mengatakan, warga bisa menjalankan protokol pencegahan Covid-19 secara mandiri.
“Jika pengurus RT/RW membutuhkan disinfektan, maka bisa mengajukan permohonan ke BPBD Kota Jogja,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
FAO memperingatkan blokade Selat Hormuz dapat menurunkan produksi dan pasokan pangan global pada semester II 2026 dan 2027.
Jadwal SIM Keliling Kota Jogja Rabu 16 September 2026 tersedia untuk perpanjangan SIM A dan C. Simak lokasi, waktu, dan syaratnya.
Polisi membongkar jaringan sabu Jakarta-Surabaya-Lombok dengan barang bukti 5.418,10 gram sabu yang disembunyikan di ban serep mobil.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 16 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu keberangkatan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
UEFA menetapkan Muenchen dan Barcelona sebagai tuan rumah final Liga Champions 2028 dan 2029, serta venue final kompetisi Eropa lainnya
Adhi Karya meminta maaf atas 2.400 unit LRT City yang belum diserahterimakan. Audit investigasi dan opsi refund disiapkan.