Advertisement
Korban Meninggal di Inggris Dekati 10.000, AS Lampaui Italia
Suasana sepi di Tower Bridge di London, Inggris, Kamis (9/4/2020). Saat Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berada di unit perawatan kritis karena Covid-19, sejumlah pejabat menyusun rencana untuk memperpanjang masa lock down demi mengendalikan krisis karena virus Corona. - Bloomberg/Simon Dawson
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Korban jiwa akibat wabah virus Corona penyebab Covid-19 di Inggris mendekati 10.000 orang hingga Sabtu waktu setempat. Sementara itu jumlah korban meninggal di AS melampaui angka di Italia.
Pejabat kesehatan Inggris melaporkan terjadi 917 kematian di rumah sakit dalam sehari terakhir. Sedangkan Perdana Menteri Boris Johnson masih memerlukan waktu istirahat untuk pemulihan akibat virus tersebut.
Advertisement
Inggris melaporkan 9.875 kematian akibat pandemi virus Corona dan menjadi angka nasional kelima tertinggi di dunia. Peningkatan pada Sabtu merupakan peningkatan hari kedua berturut-turut dengan jumlah kematian lebih dari 900 orang.
Hampir 80.000 orang di Inggris berdasarkan tes terbukti positif mengidap virus itu, di antaranya PM Johnson. Kini Johnson masih dalam tahap awal pemulihan di bangsal rumah sakit. Dia sebelumnya menghabiskan tiga malam dalam perawatan intensif.
Downing Street menyatakan Johnson "terus mencapai kemajuan yang sangat baik", tetapi Menteri Dalam Negeri Priti Patel mengatakan sangat penting bagi Johnson untuk mengambil waktu demi pemulihan.
"Seluruh kabinet akan mendukung pesan itu," katanya pada konferensi pers di Downing Street seperti dikutip ChannelNewsAsia.comĀ melansirĀ Bisnis.com, Minggu (12/4/2020).
Sementara itu, jumlah korban meninggal di AS terkait virus Corona tercatat melampaui kasus kematian di Italia. Sebanyak 20.071 orang meninggal di AS, sedangkan Italia mencatat 19.468 kematian, demikian penghitungan Universitas Johns Hopkins seperti dikutip Aljazeera.com.
Catatan suram itu terjadi ketika AS melaporkan lebih dari 500.000 kasus dan Presiden Donald Trump menyatakan prihatin soal kapan negara itu kembali normal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- WFH Nasional Mulai Dibahas, Ini Kata Kemendagri
- Kepuasan Publik ke Trump Turun, Dipicu BBM dan Konflik Iran
- Guru Besar UIN: Kasus Penyiraman Aktivis Harus Dilihat sebagai Oknum
- Arus Balik, Rest Area Tol Cipali Diberlakukan Sistem Buka-Tutup
- Resmi, One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Berlaku Mulai Hari Ini
Advertisement
Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Kemenhub Ramp Check 60.946 Bus Lebaran, 7.131 Armada Dilarang Jalan
- Jadwal Haji 2026 Tetap Aman di Tengah Ketegangan Global AS-Iran
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di DIY: Jalur Tempel dan Tol Padat
- Puncak Arus Balik 2026: 120 Ribu Kendaraan Bakal Padati GT Cikatama
- Menkes Budi Gunadi Puji Penurunan Angka Kecelakaan Mudik 2026
- Kondisi Pantai Gunungkidul Aman dan Nihil Insiden, SAR Tetap Siaga
- Puncak Arus Balik 2026: 283 Ribu Kendaraan Menuju Jakarta Hari Ini
Advertisement
Advertisement







