Pandemi Corona: Ada 24 Juta Pelanggan yang Bebas Biaya Listrik Selama Tiga Bulan

Warga memeriksa meteran listrik prabayar di Rumah Susun Benhil, Jakarta, Selasa (11/02/2020). - JIBI/Bisnis.com/Eusebio Chrysnamurti
31 Maret 2020 19:07 WIB Yanita Petriella News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Pemerintah mengucurkan dana tambahan sebesar Rp405,1 triliun untuk penanganan Covid-19. Dana tambahan itu difokuskan pada empat bidang, yakni kesehatan sebesar Rp75 triliun, jaring pengaman social (social safety net) sebesar Rp110 triliun, insentif perpajakan dan stimulus kredit usaha rakyat sebesar Rp70,1 triliun, dan pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp150 triliun.

Salah satu anggaran jaring pengaman sosial mencakup pembebasan biaya listrik selama tiga bulan untuk 24 juta pelanggan listrik 450 VA. Adapun, untuk tujuh juta pelanggan 900 VA bersubsidi, diberi diskon sebesar 50%.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan prioritas pemerintah melakukan perlindungan sosial dengan menyiapkan anggaran untuk sejumlah program.

Sebut saja, seperti Kartu sembako dinaikkan dari 15,2 juta menjadi 20 juta penerima, dengan manfaat naik dari Rp150.000 menjadi Rp200.000  selama 9 bulan (naik 33 persen).

Terkait pembebasan biaya listrik, Jokowi mengatakan pembebasan biaya listrik tiga bulan untuk 24 juta pelanggan listrik 450VA. “Diskon 50 persen untuk 7 juta pelanggan 900VA,” katanya.

 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia