Dua Pegawai WHO Positif Corona

Foto ilustrasi. - Reuters
18 Maret 2020 13:37 WIB Newswire News Share :


Harianjogja.com, JAKARTA-- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan konfirmasi dua orang pegawainya positif terinfeksi virus Corona Covid-19. Hal ini membuat dua pegawai tersebut sedang dalam pengawasan ketat.

Kabar ini dikonfirmasi oleh juru bicara WHO Christian Lindmeier. Dikatakannya, pegawai yang terinfeksi sudah dalam penanganan otoritas kesehatan.

"Staf tersebut menunjukkan gejala-gejala virus Corona Covid-19 dan setelah dites, hasilnya positif. Ia diketahui menularkan ke staf lainnya, sehingga kami memiliki 2 kasus yang terkonfirmasi," ujar Lindmeier, dilansir Reuters.

Kantor WHO memiliki kurang lebih 2.400 pegawai dan konsultan. Sebagian besar sudah bekerja dari rumah, semenjak kebijakan work from home untuk memutus mata rantai penularan dilakukan.

Sementara itu, laman worldmeters.info melaporkan kasus infeksi virus corona Covid-19 tercatat hampir menembus angka 200 ribu.

Sebanyak 101.606 pasien kini sedang berada dalam perawatan dengan rincian 101.190 berada dalam kondisi ringan, sementara 6.416 di antaranya berada dalam kondisi kritis atau serius.

Pasien sembuh mencapai 82.763 jiwa dengan terbanyak berada di China. Sementara pasien meninggal dunia tercatat berada pada angka 7.980.

Meningkatnya kasus di Israel membuat mereka memberlakukan aturan untuk warga tetap berada di rumah dan hanya keluar untuk kebutuhan dan layanan vital. Total kasus hingga hari ini mencapai 337, 11 di antaranya sembuh dan belum ada kasus meninggal dunia.

"Berbelanja makanan hanya diperbolehkan jika tak ada pilihan layanan antar. Taman, oantau, dan mal akan dibatasi. Warga hanya diperbolrhkan berolahraga di luar rumah selama 10 menit jika tak ada orang di sekitarnya," demikian dikutip dari situs Thomson Reuters Foundation News.

Di Italia sebagai negara dengan kasus terbanyak di Eropa dan luar China, tercatat 3.526 kasus dan 345 kematian baru. Area Bergamo di Lombardy (pusat penyebaran virus corona di Italia) mengaku kehabisan kasur rawat inap intensif.