Seorang Perawat di Indonesia Meninggal Dunia akibat Virus Corona

Juru bicara penanganan covid-19 untuk Indonesia Achmad Yurianto memberikan perkembangan terbaru terkait covid-19 di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (6/3/2020). - JIBI/Bisnis.com/Muhammad Khadafi
16 Maret 2020 19:37 WIB Nyoman Ary Wahyudi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah mengonfirmasi satu dari lima pasien yang meninggal dunia karena virus Corona di Indonesia adalah perawat. 

"Ada tenaga kesehatan kita yang terpapar kemarin sampai meninggal. Kita tentu prihatin sekali," ucap Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto di RSPI, Senin (16/3/2020).

Menurut Yuri, sebagai orang yang berdiri di garis paling depan dalam merawat pasien, perawat memang rentan terserang penyakit atau virus. Oleh karena itu, menurut Yuri, tiap perawat, dokter, atau rumah sakit, mutlak harus menaati prosedur standar operasional .

Kini, pemerintah tengah melacak apakah perawat tersebut pernah melakukan kontak dengan pasien di rumah sakit ia bekerja atau orang luar. Langkah ini pemerintah ambil untuk melacak kemungkinan lain orang terpapar virus tersebut.

"Ini sedang kita tracing. Masih berlangsung. Kami selalu mengingatkan teman-teman di tempat kerja di dunia medis, jadi bukan baru kali ini saja kami mengingatkan," kata Yuri.

"Kami juga sedang tracing apakah dia tertular saat sedang bekerja atau di luar. Karena di beberapa kasus kita juga punya tenaga kesehatan yang positif tertular tapi bisa sembuh. Untuk kasus terakhir, dia tertular dari luar."

Sejauh ini Yuri enggan memberitahu identitas dari perawat tersebut. Namun, sejak kemarin, ramai terdengar seorang pasien yang meninggal akibat virus Corona di daerah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pasien tersebut berusia 37 tahun dan sempat dirawat di RSPI, Jakarta.

Hingga per Senin (16/3/2020), total sudah ada 134 pasien yang positif terpapar virus Corona di Indonesia. Dari jumlah tersebut, lima meninggal dunia.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia