Tips Melakukan Isolasi Diri untuk Cegah Penyebaran Corona

Peta sebaran kasus virus corona Covid-19 di DKI Jakarta. - JIBI/Bisnis.com/Aziz Rahardyan
15 Maret 2020 19:17 WIB Hafiyyan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Dokter Spesialis Paru yang juga menjadi Juru Bicara RSUP Persahabatan Erlina Burhan membagikan tips mengiisolasi diri untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Erlina yang turut berperan sebagai anggota Satgas Waspada dan Siaga Covid-19 PB IDI, dalam keterangannya menyampaikan seseorang dengan gejala infeksi saluran napas secara volunter atau rekomendasi petugas kesehatan dapat melakukan isolasi di rumah. Jenis sakit ini masih tergolong sakit ringan.

“Adapun, jika positif terkena Covid-19, durasi isolasi diri (self isolation) tergantung rekomendasi petugas kesehatan hingga dikatakan negatif Covid-19,” paparnya.

Erlina menuturkan dalam melakukan self isolation ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Idealnya, ruangan isolasi terpisah dengan anggota keluarga yang lain. Selain itu, jaga jarak dengan orang sehat minimal satu meter.

Anda juga harus selalu menggunakan masker dan menerapkan etika ketika batuk dan bersin. Gunakanlah tisu, lalu buang ke tempat sampah tertutup, kemudian cuci tangan.

Tips lainnya bagi Anda yang mengisolasi diri ialah menghindari pemakaian barang pribadi seperti alat makan, alat mandi, linen, dan sebagainya. Cucilah alat makan dengan sabun.

Untuk pasien, peralatan pribadi seperti tisu, sarung tangan, dan pakaian yang dipakai, harus dimasukan ke wadah linen khusus dan terpisah. Cuci pakaian dengan mesin dalam suhu 60 – 90 derajat celcius dengan detergen biasa.

“Lakukanlah juga pembersihan dan disinfektan rutin area yang tersentuh,” imbuhnya.

Erlina menuturkan batasi jumlah perawat yang merawat pasien, dan pastikan perawat itu sehat. Batasi juga jumlah pengunjung dan membuat daftarnya.

Selain itu, Anda disarankan melakukan monitor pribadi (self monitoring) jika positif terkena Covid-19 atau memiliki riwayat perjalanan ke negara terjangkit. Durasi self monitoring selama 14 hari dari kontak atau paparan terakhir.

“Jika muncul gejala, segera self isolation. Kontak dan telepon layanan kesehatan,” ujarnya.

TINGKATKAN IMUN


Untuk mencegah penyebaran virus, Anda dapat meningkatkan sistem imun tubuh. Caranya, pertama, istirahat yang cukup. Orang dewasa membutuhkan waktu tidur 7-8 jam sehari, sedangkan remaja sekitar 9-10 jam sehari.

Perbanyak makan buah dan sayuran, karena kandungan vitamin dan mineral dapat memperkuat sistem imun. Selain itu, rutin berolahraga minimal 30 menit setiap hari. Olah raga yang mudah dilakukan adalah berjalan kaki.

“Anda juga dapat mengonsumsi suplementasi yang mengandung echinacea, buah mengkudu, daun meniran, vitamin B6, vitamin C, dan E sebagai tambahan, tetapi bukan yang utama,” jelasnya.

Selain itu, dalam memperkuat sistem imun tubuh, hindari stress, rokok, dan alkohol. Stres dapat meningkatkan hormone kortisol yang menurunkan sistem kekebalan. Adapun, paparan asap rokok dan alkohol secara berlebih dapat merusak sistem imun.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia