Solo KLB Corona, Harga Sembako Masih Stabil

Ilustrasi pedagang pasar tradisional - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
15 Maret 2020 09:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SOLOHingga Sabtu (14/3/2020), harga sembako di Kota Solo masih stabil meski Solo semi lockdown menyusul ditetapkannya status kejadian luar biasa virus Corona (Covid-19) di Kota Solo. 

Harga sembako pada Sabtu tidak jauh berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Hal tersebut terpantau dari laman Sistem Informasi Harga dan Produk Komoditi (Sihati) yang dikelola Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jateng.

Di laman itu, harga sembako tidak terlalu terpengaruh dengan status Solo KLB Corona yang ditetapkan Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo pada Jumat (13/3/2020). Misalnya harga beras IR64 mediun stabil di harga Rp11.000.

Harga minyak goreng curah juga stabil di harga Rp11.500. Gula pasir kristal putih yang sempat cukup tinggi malah turun menjadi 16.800/kg dari sebelumnya Rp17.100/kg.

Begitu pula harga telur ayam ras tidak berubah yaitu di kisaran Rp24.500/kg. Sedangkan daging ayam ras juga berada di kisaran Rp32.000.kg.

Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga di antaranya bawang putih kating menjadi Rp42.600/kg dari sebelumnya Rp40.000/kg. Cabai rawit merah juga naik menjadi di kisaran Rp35.000/kg. Sedangkan bawang merah mengalami fluktuasi, namun tidak terlalu signifikan yaitu di kisaran Rp31.000/kg.

Kota Solo semi lockdown setelah Wali Kota Solo mengumumkan sekolah diliburkan selama 14 hari, tempat wisata tutup, beberapa agenda kegiatan ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo Bambang Pramono menyatakan TPID Solo menghimbau masyarakat untuk tetap melakukan kegiatan ekonomi secara normal dan tidak melakukan aksi borong agar stabilitas harga tetap terkendali.

”Pemerintah akan selalu memonitor dan memastikan ketersediaan pasokan komoditas pangan terpenuhi dan terjaga dengan baik,” kata dia dalam siaran pers yang diterima Solopos.com.

Upaya pengendalian inflasi Kota Solo terutama mengantisipasi potensi dampak Covid-19 dan menjelang bulan Ramadan, KPw BI Solo bersama TPID Kota Solo akan terus melaksanakan kegiatan dengan strategi kebijakan 4K yaitu Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, Keterjangkauan Harga, Komunikasi yang Efektif.

Meski kini Solo semi lockdown, masyarakat tetap diminta tenang dan tenang serta tidak perlu panic buying karena pasokan komoditas akan dijaga.

Sumber : Solopos.com