Solo 24 Jam Menari Bukan Dibatalkan, tapi Ditunda

Simulasi penanganan pasien terjangkit virus Corona di RSUD dr. Moewardi Solo, Minggu (31/1/2020). - Solopos/Wahyu Prakoso
14 Maret 2020 10:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SOLO - Sejumlah agenda Kota Solo terpaksa dibatalkan seiring munculnya kasus kematian pasien Corona di kota itu. Namun, panitia agenda Solo 24 Jam Menari dalam rangka Hari Tari Sedunia (HTD) #14 tahun 2020 memastikan agenda tahunan tersebut bukan dibatalkan melainkan hanya ditunda.

Namun, panitia dari Institut Seni Indonesia (ISI) Solo belum memastikan sampai kapan penundaan tersebut. Penundaan disampaikan secara resmi melalui Surat Pemberitahuan yang ditandatangani Ketua Jurusan Tari ISI Solo, Hadawiyah Endah Utami, tertanggal Rabu (11/3/2020).

Surat itu disusul keterangan melalui akun Instagram resmi panitia @24JamMenari yang diunggah Kamis (12/3/2020) pagi. Penundaan ini terkait antisipasi penyebaran virus Corona di Solo karena event ini dipastikan akan menyedot massa sehingga rawan terjadi penyebaran virus tersebut.

Pemberitahuan disertai dengan permintaan maaf panitia atas penundaan mendadak HTD 2020. Panitia menyebut penundaan agenda Solo 24 Jam Menari mengacu pada tiga Surat Edaran (SE) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang pencegahan dan penanganan Corona Virus Disease (Covid-19).

Selain itu juga terkait SE Rektor ISI tentang penundaan kegiatan nonakademik di lingkungan ISI Solo.

Pejabat Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) ISI Solo, Esha Karwinarno, mengatakan tak hanya Solo 24 Jam Menari, beberapa agenda kementerian lain juga ikut dibatalkan.

"Khusus untuk ISI Solo, pembatalan kegiatan hanya berlaku untuk kegiatan nonakademis. Jadi Penerimaan Mahasiswa Baru (PBM), dan ujian masih berjalan,” kata Esha saat dimintai konfirmasi, Kamis.

Perayaan HTD 2020 di Solo sedianya digelar pada Sabtu (11/4/2020)-Minggu (11/4/2020) di Kompleks ISI Solo. Tema agenda Solo 24 Jam Menari tahun ini adalah #DiamDiamMenari. Seperti biasanya, perayaan ini bakal diramaikan penari khusus 24 jam dan penari umum dari berbagai wilayah di Indonesia.

Tahun lalu HTD sukses digelar dengan tema #GegaraMenari: Urip Mawa Urup, Urip Hanguripi. Melalui tagline tersebut panitia mengajak masyarakat membaca kembali spirit dalam gerak tari yang menjadi daya hidup.

Tari disebut sebagai energi yang mampu menggerakkan perasaan, hati, pikiran, jiwa, tubuh, dan semesta alam. Panitia menggandeng para penari profesional untuk pentas selama 24 jam nonstop.

Sumber : Solopos.com