Kabar Baik, Stok Obat ARV untuk ODHA Kembali Tersedia

Ilustrasi. - Reuters
10 Maret 2020 13:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Obat antiretroviral (ARV) yang sempat langka kini dikabarkan kembali tersedia. Kabar baik itu datang dari Ayu Oktariani, aktivis dari Indonesia AIDS Coalition (IAC).

Ia menyampaikan informasi bahwa stok obat antiretroviral (ARV) yang sempat langka di Indonesia sudah kembali tersedia. Lewat akun Twitter-nya @ayuma_morie, ia mengatakan bahwa saat ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah bergerak untuk mengatasi kelangkaan tersebut.

"Akhirnya atas kerja kita bersama, Kementerian Kesehatan bergerak dengan lebih cepat untuk menyelesaikan situasi kurangnya stok obat ARV yang terjadi di banyak tempat di Indonesia," tulis Ayu via Twitter.

Ia juga menerangkan lebih lanjut bahwa surat pengadaan (procurement) obat ARV bagi Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) telah ditandatangani oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML), Wiendra Waworuntu.

Stok obat ARV jenis Tenofovir (TDF) dan Efavirenz (EFV) itu akan didistribusikan secara bertahap ke provinsi-provinsi di Indonesia lalu diteruskan ke layanan agar bisa diakses oleh seluruh ODHA.

Ayu juga menghimbau kepada mereka yang membutuhkan apabila belum menerima obat dalam jangka waktu satu hingga dua minggu ke depan sejak kabar ini disampaikan pada Senin (9/3/2020) diminta untuk menghubungi layanan ARV Hotline Reporting di nomor 0812-3455-2255 yang dikelola oleh IAC.

Ia meminta agar para ODHA tidak kehilangan motivasi untuk berobat karena kelangkaan yang sempat terjadi. Ini karena menurut Ayu, obat ARV adalah pilihan yang terbaik untuk mencegah HIV menjadi AIDS.

"Mungkin situasinya pernah sulit karena kekosongan yang ekstrim kemarin. Tapi teman-teman jangan kehilangan motivasi untuk berobat ya. Obat ARV tetap adalah opsi terbaik bagi pengobatan HIV guna mencegah menjadi AIDS. Sehat semua saudaraku!" tutupnya.

Sebelumnya, pada awal Maret, sempat dilaporkan terjadi kelangkaan obat ARV di seluruh Indonesia. Kelangkaan ini mengancam nyawa ODHA karena banyak yang tidak melanjutkan pengobatan. Sejak tahun 2004, pemerintah Indonesia memberikan obat ARV gratis kepada ODHA namun berdasarkan catatan IAC, dalam dua tahun terakhir terjadi kelangkaan obat sehingga berdampak pada kesehatan dan keselamatan para ODHA.

Sumber : Suara.com