Tambah 2, Kini 4 Warga Indonesia Positif Terinfeksi Virus Corona

Petugas medis berada di dalam ruangan infeksius Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik Medan, Sumatera Utara, Rabu (4/3/2020). Pihak RSUP Adam Malik mengumumkan empat warga yang dirawat rumah sakit itu terkait dugaan COVID-19 dinyatakan negatif dan tiga orang sudah dipulangkan. - Antara/Septianda Perdana
06 Maret 2020 17:47 WIB Muhammad Khadafi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Indonesia melaporkan dua orang lagi yang positif terinfeksi virus Corona (Covid-19).  Sebelumnya, terdapat dua orang yang positig terjangkiti virus ini.

Juru Bicara Penanganan Coronavirus untuk Indonesia, Achmad Yurianto, menjelaskan Kementerian Kesehatan telah mendapatkan data 80 orang yang terkait dengan kasus pertama virus Corona di Indonesia. Namun tidak semuanya diawasi karena hanya beberapa orang yang berada dalam satu ruangan dengan dua pasien di kasus pertama dan melakukan kontak dekat.

Sebanyak tujuh orang di antara mereka tercatat mengalami influenza sedang. "Dari tujuh orang itu dapat 2 orang confirm positif yang kami sebut kasus nomor 3 dan 4," katanya di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Yuri melanjutkan lima orang lainnya masih dalam pemeriksaan. Semuanya menjalani observasi dalam ruang isolasi. Saat ini kondisi kasus 3 dan 4 demam. Suhu tubuh masing-masin pasien sekitar 37,7 derajat celsius.

Sebelumnya Kementerian Kesehatan mencatat empat orang yang diduga kuat positif virus tersebut. Dugaan kuat disebabkan oleh empat orang itu mengalami gejala flu setelah melalukan kontak dekat dengan kasus 1.

Sementara itu untuk dua pasien pertama kini dalam kondisi stabil. Tidak ada keluhan kesehatan berat.

Adapun dalam kesempatan berbeda, Presiden Joko Widodo mengingatkan masyarakat tidak berlebihan menghadapi wabah virus Corona atau Covid-19 yang telah masuk Indonesia. Panik berlebihan dinilai membawa dampak lebih buruk dari penyebaran virus itu sendiri.

"Sebetulnya musuh terbesar kita saat ini adalah bukan virus itu sendiri, tapi rasa cemas, rasa panik, rasa ketakutan, dan berita-berita hoaks serta rumor," kata Jokowi dalam keterangan tertulis, Kamis (5/3/2020).

Presiden menyampaikan rasa panik berlebihan tidak relevan. Berdasarkan data, mereka yang terserang virus corona memiliki tingkat kesembuhan yang sangat tinggi.

"Virus corona dari data yang saya terima, 94 persen lebih penderitanya dapat disembuhkan," kata Jokowi.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia