Advertisement
Sudah Sewa Pesawat, Jokowi Batal ke Las Vegas
Presiden Joko Widodo menanti kehadiran Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dan Ibu Siti Hasmah dalam kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/6/2018). - Antara/Puspa Perwitasari
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA- Rencana Presiden Joko Widodo atau Jokowi ke Amerika Serikat untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang rencananya berlangsung pada Maret 2020 di Las Vegas, batal. Di acara tersebut Presiden Jokowi dijadwalkan menghadiri acara tersebut.
Untuk diketahui, Presiden Jokowi dijadwalkan menghadiri acara KTT ASEAN yang digelar pada bulan depan. Pihak Istana pun sudah menyewa pesawat Garuda Indonesia untuk digunakan Jokowi ke Amerika Serikat. Pesawat dengan tipe Boeing 777-300ER itu disewa karena lebih menghemat anggaran dan efisiensi waktu.
Advertisement
"Ibu Menlu (Menteri Luar Negeri Retno) sudah dilaporkan oleh Wakil Dubes RI di DC, informasi resmi yang disampaikan pihak AS atas penundaan KTT tersebut," ujar Plt Juru Bicara Kemenlu Teuku Faizasyah saat dikonfirmasi, Sabtu (29/2/2020).
Faiza menuturkan penundaan KTT ASEAN dikarena kekhawatiran wabah virus corona.
"Sebagaimana yang diungkap di media, (penundan KTT), terkait upaya AS menangani masalah Covid-19 (virus corona)," kata dia.
Dengan demikian, acara Jokowi di Amerika Serikat ditunda karena penundaan oleh pihak Amerika Serikat.
"Karena pihak Amerika menunda KTT ASEAN - AS," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengakui pemerintah menyewa pesawat milik maskapai Garuda Indonesia untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pernyataan tersebut sekaligus membantah kabar mengenai pembelian pesawat Kepresidenan RI yang beredar di media sosial. Pramono menjelaskan foto pesawat yang beredar di media sosial itu bukanlah pesawat Kepresidenan. Dia menyebut, pesawat itu merupakan milik PT. Garuda Indonesia yang kekinian disewa pemerintah Indonesia.
"Sehingga yang beredar itu adalah pesawat Garuda yang dipersiapkan untuk disewa oleh kami," kata Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (28/2/2020).
Pesawat tersebut disewa pemerintah karena Presiden Jokowi kata Pramono, akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat. Kunjungan kenegaraan itu dalam rangka menghadiri acara ASEAN-US Summit 2020.
"Jadi itu bukan pesawat kepresidenan, memang presiden akan menghadiri Asean-US Special Summit di Amerika dan sekaligus presiden akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika," kata dia.
Pramono menjelaskan, jika Jokowi terbang menggunakan pesawat Kepresidenan yang sudah ada sebelumnya, maka harus transit sebanyak tiga kali. Selain itu, biaya perjalanan akan semakin membengkak lantaran harus mengiai bahan bakar berkali-kali.
"Apabila menggunakan pesawat Kepresidenan sekarang itu harus transit tiga kali. Berdasarkan pengalaman dulu dan tiap transit harus mengisi bahan bakar dan dihitung dan biayanya akhirnya lebih mahal dibandingkan menggunakan pesawat yang selama ini digunakan," jelas Pramono.
Selain mahal, Pramono menyebut Presiden akan lebih kelelahan lantaran harus tiga kali transit. Untuk itu, Jokowi meminta adanya perbandingan harga jika menyewa pesawat milik Garuda untuk penerbangan ke Amerika Serikat.
"Sudah lebih mahal, capek, yang diangkut juga terbatas maka diminta oleh Bapak Presiden membuat perbandingan bagaimana dengan jarak jauh ke Amerika itu menyewa Garuda, dan setelah dilakukan perbandingan biaya nya lebih murah sedikit," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Suara.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Masjid Gedhe Kauman dan Masjid Jogokariyan Mulai Tarawih Lebih Awal
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Disdikpora DIY Sesuaikan Jadwal SMA/SMK Selama Ramadan
- Update Jadwal Lengkap KRL Solo-Jogja Selasa 17 Februari 2026
- Cek Jam Keberangkatan KRL Jogja-Solo Hari Ini, Selasa 17 Februari 2026
- Wali Kota Jogja Tekankan SDM untuk Hadapi Tantangan Demografi
- Res Harris Suarakan Keresahan Sosial Lewat Drawing Hitam Putih
- Kasus Penyegelan Tiffany & Co, DPR Dukung Bersih-bersih Bea Cukai
- Hadapi Aturan Global, KKP Perkuat Akses Ekspor Perikanan
Advertisement
Advertisement







