Virus Corona Sampai ke Afrika, Aljazair Umumkan Kasus Pertama Covid-19

Foto ilustrasi. - Reuters
26 Februari 2020 10:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Penyebaran virus Corona/Covid-19 terus meluas. Terkini, Aljazair mengumumkan kasus pertama terkonfirmasi virus corona, yakni seorang pria Italia yang tiba di negara Afrika bagian utara tersebut pada 17 Februari dan kini telah diisolasi.

Kasus itu diumumkan oleh menteri kesehatan dan Presiden Abdelmadjid Tebboune mencuit di Twitter bahwa ia memerintahkan otoritas medis agar mengambil pencegahan maksimal.

Tebboune juga meminta warga Aljazair agar berhati-hati dengan informasi yang mereka sebarkan melalui internet.

Italia utara, tempat banyak warga Aljazair menetap, menjadi pusat wabah virus corona dengan lebih dari 280 kasus dan 11 kematian.

Perusahaan migas Italia yang bermarkas di Milan, Eni, juga terlibat dalam sejumlah proyek di Aljazair.

Penyakit itu menjangkau Aljazair pada saat politik dalam kondisi rumit, menyusul setahun aksi protes massa jalanan yang masih terjadi setiap pekannya.

Presiden Tebboune terpilih pada Desember dalam pemilihan yang ditentang oleh pemrotes, yang aksi-aksi unjuk rasanya membantu melengserkan pendahulu Tebboune, Abdelaziz Bouteflika.

Kekhawatiran WHO

Kekinian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, kasus virus corona di luar China terdeteksi mengalami peningkatan. Mereka bahkan mengkhawatirkan virus yang diberi nama resmi Covid-19 itu dapat menyebar ke negara-negara Afrika.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pun telah mendesak para pejabat Afrika untuk mempersiapkan kemungkinan penyebaran virus corona di seluruh Afrika.

Sejauh ini, dilansir The Health Site, hanya ada satu kasus yang terlah dikonfirmasi di benua tersebut. Namun, pejabat kesehatan takut virus menyebar di negara-negara dengan sistem layanan kesehatan yang kurang berkembang.

Untuk mencegahnya, WHO telah mengirim lebih dari 30.000 set alat pelindung diri ke enam negara di Afrika. Organisasi ini akan mengirimkan 60.000 set lebih ke 19 negara dalam beberapa minggu mendatang.

WHO juga telah memberikan kursus pelatihan secara daring kepada 11.000 petugas kesehatan Afrika tentang cara melakukan penyaringan, pengujian dan perawatan.

Sumber : Suara.com