Advertisement
Kapal Diamond Princess Disebut Pusat Penyebaran Baru Virus Corona
Aktivitas petugas medis saat menangani pasien virus Corona di rumah sakit di Wuhan, Cina, 25 Januari 2020. - THE CENTRAL HOSPITAL OF WUHAN VIA WEIBO via REUTERS
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Kapal pesiar Diamond Princess yang bersandar di Yokohama, Jepang disebut menjadi pusat penyebaran Virus Corona.
Kasus penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di kapal pesiar Diamond Princess yang bersandar di Yokohama, Jepang terbilang cepat. Sebanyak empat Warga Negara Indonesia (WNI) positif, juga dua penumpang terjangkit COVID-19 meninggal dunia.
Advertisement
Tercatat pula 634 penumpang kapal pesiar Diamond Princess positif COVID-19. Tingginya kasus COVID-19 di kapal ini membuat Kementerian Kesehatan mengeluarkan pernyataan, Diamond Princess adalah epicentrum baru atau lokasi keberadaan virus utama COVID-19.
Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Achmad Yurianto, mengatakan, jumlah kasus yang lebih tinggi dibandingkan di sarang utama COVID-19, Hubei, China.
"Kapal Diamond Princess adalah epicentrum baru pada kasus COVID-19," katanya di hadapan awak media di Kantor Kemenkes, Jakarta, Jumat (21/2/2020).
Dari 3.000-an penumpang yang ada di dalam kapal tersebut, terdapat kasus positif COVID-19 sebanyak 634 dan jika dipersentasikan adalah 15 persen. Sedangkan kasus di Hubei sendiri, di sana itu kenaikan kasusnya hanya 5 persen.
Tingginya kenaikan kasus ini berkaitan dengan sempitnya ruang gerak virus korona baru (2019-nCoV) tersebut. Orang yang ada di dalam kapal Diamond Princess memiliki faktor risiko sangat tinggi terpapar virus karena itu mereka berstatus penderita dalam pengawasan (PDP).
Ruang gerak yang terbatas juga memengaruhi virus ini menyebar lebih mudah dengan cara human to human. Beda dengan di Hubei yang mana itu daratan dan lingkungannya tentu lebih luas daripada besarnya kapal Diamond Princess.
"Ya, karena ruang geraknya terbatas, virus ini lebih mudah terppaar dari satu orang ke orang lain. Makanya, semua orang yang ada di dalam kapal dikatakan sebagai PDP," tambah Yuri.
Satu fakta yang perlu diketahui juga bahwa pasien positif COVID-19 ini banyak yang tidak menunjukan gejala serius. Jadi, mereka itu seperti flu biasa saja. Hal ini membuat WHO bakal melakukan penelitian lebih lanjut.
"Kalau Kemenkes menduga terjadi semacam mutasi dari COVID-19 yang akhirnya membuat pasien positif tersebut tampak seperti orang flu biasa," terang Yuri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Okezone.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Polisi Didesak Tangkap Dalang Teror Penyiram Air Keras Aktivis
- Tips Mudik Aman 2026, Gunakan Layanan 110 Jika Ada Gangguan
- Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Bappenas Ingatkan Risiko Serius
- Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Dinilai Ancam Demokrasi
- Terminal Jatijajar Prediksi Puncak Arus Mudik 18 Maret 2026
Advertisement
Program Bule Mengajar Jogja Dihidupkan Lagi, Tarik Pelajar Asing
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KA Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 14 Maret 2026, Cek Rutenya
- 5 Aplikasi Saham Terpercaya untuk Pemula 2026
- 6 Rekomendasi Aplikasi Investasi Saham Terbaik 2026
- KPK Larang Penggunaan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran 2026
- Jadwal Kereta Bandara YIA 14 Maret 2026, Tugu-Bandara
- Daftar Rute Trans Jogja Terbaru dan Tarifnya di DIY
- Jadwal SIM Keliling Bantul 14 Maret 2026 dan Biaya Perpanjangan
Advertisement
Advertisement







