Kediri Dianggap Kota Keramat bagi Presiden, Ini Komentar Sejarawan LIPI

Pendukung Joko Widodo mengacungkan topeng bergambar Jokowi di SUGBK, Jakarta, 13 April 2019. - Reuters/Willy Kurniawan
16 Februari 2020 21:37 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Sekretaris Kabinet Pramono Anung melarang Presiden Joko Widodo berkunjung ke Kediri untuk meresmikan Rumah Susun di Pondok Pesantren Hidayatullah Mubtadiin. Pramono meyakini mitos yang menyebut presiden yang datang ke Kediri akan dirundung masalah dalam masa pemerintahannya dan berujung pada kelengseran.

Menanggapi hal tersebut, Sejarawan LIPI Asvi Warman Adam menilai bahwa tidak ada kaitanya antara mitos angkernya Kediri dengan lengsernya pemerintahan beberapa presiden.

"Tidak ada hubungannya. Itu hanya mitos yang dihubung-hubungkan [dengan lengsernya presiden]," katanya kepada JIBI, Minggu (16/2/2020).

Pendapat Asvi juga terdukung fakta bahwa Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono disebut telah memecah mitos tersebut. Pada 2007, SBY harus ke Kediri untuk mengunjungi korban erupsi Gunung Kelud. Bukannya lengser, SBY malah terpilih kembali menjadi presiden untuk periode kedua.

Namun, entah benar atau kebetulan semata, apa yang menimpa Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan B.J. Habibie seakan-akan membenarkan mitos tersebut.

Gusdur lengser dari jabatannya pada akhir Juli 2001 silam. Faktanya, pada 19 Juli 2001, Gus Dur hadir dalam pertemuan para kiai Jawa Timur di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.

Kelengseran Gusdur banyak dikaitkan dengan kasus Bruneigate dan Buloggate. Walaupun setelahnya terbukti bahwa tokoh besar Nahdlatul Ulama (NU) ini bersih dari kasus-kasus tersebut.

Sebelumnya, Presiden ke-3 B.J. Habibie juga diyakini banyak orang melepas jabatannya usai bertandang ke Kediri beberapa bulan sebelumnya.

Masalah yang merundung Habibie adalah keputusannya memberikan referendum kepada Timor Timur dan berujung pada lepasnya mereka dari Indonesia.

Yang menarik adalah Presiden pertama RI, Soekarno justru sempat menghabiskan masa kecil di Kediri. Rumah yang ditinggalinya kini berstatus Situs Ndalem Pojok di Wates. Selain itu, tanah kelahirannya di Surabaya juga berlokasi tidak jauh dari Kediri.

Walhasil, Soekarno dapat dipastikan pernah berkunjung ke Kediri semasa kepemimpinannya, kendati dia lengser dari jabatannya lewat pemakzulan.

Setelahnya, Mantan Presiden Soeharto yang dikabarkan mempercayai mitos tersebut, diketahui tidak pernah bertandang ke Kediri semasa pemerintahannya. Namun faktanya, pemakzulan juga dialaminya pada 1998.

Dari fakta di atas dapat disimpulkan bahwa setiap presiden di masa pemerintahannya pasti akan menghadapi banyak permasalahan. Sebagian ada yang terselesaikan, tapi sebagian lain berujung pada pemakzulan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia