Aktivis HAM Beri Data 57 Tapol Papua yang Ditahan, Mahfud MD Sebut Surat Sampah

Mahfud MD - Harian Jogja/Desi Suryanto
11 Februari 2020 22:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Menko Polhukam Mahfud Md menyebut surat berisi data korban kerusuhan di Papua yang dilayangkan ke pemerintah sebagai sampah.

Aktivis HAM yang kini berada di Australia Veronica Koman, melalui timnya, menyerahkan data tahanan politik Papua kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menko Polhukam Mahfud Md angkat bicara.

"Kalau soal Koman itu saya tau surat seperti itu banyak. Orang berebutan salaman, kagum, kemudian kasih map, amplop surat itu. Jadi tidak ada urusan Koman itu karena surat yang dibawa banyak," kata Mahfud di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2/2020).

Mahfud tidak mengetahui apakah surat tersebut sudah dibuka atau belum. Namun ia menyebut surat tersebut hanyalah 'sampah' jika memang ada.

"Belum dibuka kali suratnya. Suratnya kan orang banyak. Rakyat biasa juga ngirim surat ke Presiden. Kalau memang ada sampah sajalah itu," ujarnya.

Lewat akun Twitternya, Veronica menyebut timnya menyerahkan langsung dokumen tersebut saat Jokowi berada di Canberra, Australia. Veronica menyebut dokumen memuat nama dan lokasi tahanan politik Papua.

"Tim kami di Canberra telah berhasil menyerahkan dokumen-dokumen ini langsung kepada Presiden Jokowi. Dokumen ini memuat nama dan lokasi 57 tahanan politik Papua yang dikenakan pasal makar, yang saat ini sedang ditahan di tujuh kota di Indonesia," ujar Veronica.

"Di rilis jelas saya tulis bahwa saya terbitkan rilis dari kota Sydney, sedangkan Presiden Jokowi ada di Canberra. Saya tidak pernah klaim bertemu dengan Presiden Jokowi," ujar Veronica.

Sumber : Detik.com