Tentara Ngamuk Tewaskan 26 Orang di Thailand

Foto pelaku penembakan brutal di Thailand - Antara
09 Februari 2020 20:37 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Penembakan membabi buta yang dilakukan tentara Thailand menimbulkan korban tewas dan luka-luka. 

Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha secara resmi mengatakan tentara  Thailand yang mengamuk di sebuah mal menewaskan 26 orang dan melukai sedikitnya 52 orang. Pelaku akhirnya ditembak mati oleh petugas keamanan, kemarin.

"Motif aksi brutal tentara Thailand  itu karena dendam atas kesepakatan tanah dan pelaku merasa telah ditipu," kata Prayuth seperti dikutip channelnewsasia.com, Minggu (9/2/2020).

Laporan itu disampaikan Prayuth setelah dirinya melakukan perjalanan ke kota timur laut Nakhon Ratchasima untuk mengunjungi para korban yang selamat.

"Ini belum pernah terjadi sebelumnya di Thailand dan saya ingin kasus ini menjadi yang terakhir kalinya  terjadi," kata Prayuth saat berbicara di luar rumah sakit.

Para korban dievakuasi dari pusat perbelanjaan tempat krisis berujung maut itu berlangsung selama 17 jam.

Tentara itu akhirnya ditembak mati oleh pasukan khusus setelah pengepungan semalam di pusat perbelanjaan Terminal 21 di kota.

Dikutip dari berbagai sumber, korban tewas dari pelaku serangan bernama Jakrapanth Thomma itu meningkat dari semula 21 orang menjadi 26 orang. 

Polisi setempat menyatakan penembakan di kota Nakhon Ratchasima itu bermula dari insiden di sebuah barak militer. Di lokasi ini pelaku menembak mati tiga orang, seorang di antaranya adalah sesama tentara.

"Dia mencuri satu kendaraan militer dan menuju pusat kota," kata Letnan Kolonel (pol) Mongkol Kuptasiri.

Pelaku kemudian menggunakan senjata yang dia curi, termasuk sebuah senapan mesin, untuk memberondong warga di sebuah pusat perbelanjaan.

"Dia menggunakan senapan mesin dan menembak orang-orang tak berdosa. Banyak yang mati dan terluka," sambung Mongkol Kuptasiri.

Seorang saksi mata yang berada di mal sebelum serangan terjadi mengungkapkan bahwa pusat perbelanjaan saat itu penuh dengan pengunjung.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia