Pemerintah RI Lakukan Pemutakhiran Data untuk Evakuasi 243 WNI di Wuhan

Warga mengenakan masker di stasiun kereta di Beijing, China, Jumat (24/1/2020). - Yomiuri Shimbun via Reuters
31 Januari 2020 07:57 WIB Anitana Widya Puspa News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan sudah ada titik cerah evakuasi bagi 243 Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China terkait dengan wabah virus corona. Hal tersebut didapat setelah melalui proses diplomasi yang dilakukan Kementerian Luar Negeri. 

"Pemerintah sudah dalam posisi untuk masuk, untuk melakukan evakuasi," ujarnya, Kamis (30/1/2020). 

Dia menuturkan saat ini pemerintah telah memulai persiapan evakuasi dengan cara mendata setiap WNI yang berada di sana dengan bantuan dari para mahasiswa yang berada di sana. Kemudian setelah data valid yang dapat dipertanggungjawabkan, pemerintah akan segera melakukan tindakan evakuasi. 

"Saat ini pemutakhiran data memerlukan waktu, agar tidak ada WNI yang tertinggal di sana," imbuhnya. 

Faizansyah menjelaskan mekanisme pemulangan WNI yang dilakukan pemerintah akan dikumpulkan di titik yang ada di Kota Wuhan. Kemudian, mereka dievakuasi terlebih dahulu ke provinsi lain.

Namun, pihaknya belum bisa memastikan provinsi mana yang akan menjadi lokasi penempatan. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan karantina selama beberapa waktu sebelum akhirnya dipulangkan ke tanah air.

Terkait dengan moda transportasi udara untuk memulangkan WNI, pemerintah masih mempertimbangkan partisipasi maskapai swasta dalam berkontribusi memulangkan para WNI di sana. Adapun, saat ini untuk bantuan dari TNI, sudah disiapkan sebanyak dua helikopter untuk membantu evakuasi para WNI.

Dia menekankan bahwa pemerintah membuka diri bagi maskapai swasta yang ingin membantu pemerintah memulangkan para WNI di Wuhan.

Sumber : bisnis.com