China Sebut Taiwan Bisa Ikut Pertemuan di WHO

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang
26 Januari 2020 06:37 WIB Akhirul Anwar News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri China menegaskan bahwa Taiwan juga memiliki akses dengan organisasi kesehatan dunia (WHO).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang menyampaikan bahwa dalam kondisi saat ini pemerintah pusat China adalah yang paling peduli dengan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Taiwan.

"Tidak ada yang lebih peduli tentang kesehatan dan kesejahteraan rekan-rekan kami di Taiwan daripada pemerintah pusat China," katanya dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri China, Sabtu (25/1/2020).

Menurutnya, setelah wabah pneumonia yang disebabkan oleh virus corona tipe baru yang terjadi di Wuhan, Komisi Kesehatan Nasional langsung memberitahukan wilayah Taiwan dalam waktu yang cepat.

"Dari 13 hingga 14 Januari, seperti yang diminta oleh otoritas terkait di Taiwan, para ahli dari wilayah Taiwan datang ke Wuhan untuk melihat pekerjaan kami tentang pencegahan dan pengendalian, perawatan medis, dan deteksi patogen," ujar Geng.

Para ahli dari Taiwan juga berdiskusi dengan para ahli di mainland (China) yang berpartisipasi dalam pekerjaan medis tersebut. Bahkan para ahli Taiwan menyampaikan apresiasi  yang tulus atas penyambutan mereka di mainland (China).

Dalam hal keikutsertaan Taiwan dalam organisasi internasional, Geng mengatakan bahwa ada mekanisme yang harus diikuti yakni Prinsip Satu-China. Para ahli medis dari Taiwan dapat menghadiri pertemuan teknis di WHO.

"Seperti yang berulang kali kami tekankan, keikutsertaan Taiwan dalam kegiatan organisasi internasional harus diatur secara adil dan sewajarnya mengikuti prinsip satu-China setelah konsultasi lintas selat. Berdasarkan pengaturan yang dibuat oleh China dan WHO, para ahli medis dari wilayah Taiwan dapat menghadiri pertemuan teknis yang relevan di WHO, dan sebaliknya, WHO dapat mengirim para ahli ke Taiwan untuk memeriksa atau membantu jika diperlukan," tutur Geng.

Wilayah Taiwan juga memiliki akses informasi ke WHO secara tepat waktu tentang kedaruratan kesehatan masyarakat global dan setiap kondisi darurat yang terjadi di wilayah Taiwan dapat dilaporkan kepada WHO secara tepat waktu. 

"Pengaturan itu memastikan bahwa wilayah Taiwan dapat menangani keadaan darurat kesehatan masyarakat secara tepat waktu dan efektif terlepas dari dan di mana kondisi itu terjadi," ujar Geng.

Sebelumnya diberitakan Taipei Economic and Trade Office (TETO) menyatakan WHO telah mengadakan pertemuan darurat pada 22 Januari dan mengundang negara-negara dengan kasus penyebaran virus corona yang dikonfirmasi untuk hadir.

Namun, Taiwan tidak diundang ke pertemuan itu karena hambatan dari China. 

Taiwan letaknya berdekatan dengan China, dan ancaman terkena infeksi sangat besar. Ketika WHO menganggap situasi ini sebagai hal yang mendesak dan mengadakan pertemuan darurat, seharusnya mengundang Taiwan untuk bergabung dalam upaya pencegahan epidemi.

Sumber : Bisnis.com