Sidang Perdana Yaqut dalam Kasus Kuota Haji Digelar 11 Agustus 2026
Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas akan menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi kuota haji pada 11 Agustus 2026 di PN Jakarta Pusat.
Asap mengepul di Teheran, Iran. Ledakan terdengar lagi di Teheran, Iran, 1 Maret 2026. ANTARA/Xinhua/Shadati
Harianjogja.com, TEHERAN— Ali Larijani menuduh Amerika Serikat dan Israel berupaya menabur kekacauan di Iran guna memecah belah negara tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Larijani pada Sabtu dan dikutip oleh stasiun televisi pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB).
“Strategi musuh (AS–Israel) adalah menabur kekacauan di Iran sehingga mereka dapat dengan mudah memecah negara ini menjadi beberapa bagian,” kata Larijani.
Ia juga mengklaim bahwa sejumlah tentara Amerika Serikat telah ditangkap, meskipun tidak merinci jumlah maupun lokasi penangkapan tersebut.
Konflik Memanas Sejak Serangan 28 Februari
Ketegangan meningkat sejak 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan besar dan korban jiwa di kalangan warga sipil. Televisi pemerintah Iran juga mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, tewas dalam serangan pada hari pertama operasi militer tersebut.
Sebagai respons, Iran kemudian meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Opini Publik Eropa Menolak Serangan
Di tengah meningkatnya konflik, sejumlah survei opini publik menunjukkan mayoritas warga di beberapa negara Eropa menentang serangan AS dan Israel terhadap Iran.
Spanyol
Survei cepat oleh lembaga riset 40dB untuk media El Pais dan radio Cadena SER menunjukkan 68% responden menolak serangan AS-Israel terhadap Iran.
Sebanyak 57% responden juga mendukung keputusan pemerintah Spanyol untuk tidak memberikan dukungan militer terhadap operasi tersebut.
Italia
Di Italia, survei oleh perusahaan riset YouTrend untuk televisi Sky TG24 menunjukkan 56% responden menentang intervensi militer AS-Israel.
Sekitar 48% responden menilai pemerintah Italia seharusnya tetap netral dan berperan sebagai mediator dalam konflik tersebut.
Jerman
Di Jerman, survei oleh penyiar publik ARD menunjukkan 58% responden menilai perang terhadap Iran tidak dapat dibenarkan.
Sekitar 75% responden juga khawatir konflik tersebut dapat meluas ke negara lain.
Inggris
Sementara itu di Inggris, jajak pendapat oleh YouGov menunjukkan 49% warga menentang serangan AS terhadap Iran, sementara 28% mendukungnya.
Mayoritas responden juga menolak penggunaan pangkalan Angkatan Udara Inggris untuk operasi militer AS terhadap Iran.
Dalam survei tersebut, 47% responden menilai Perdana Menteri Keir Starmer menangani ketegangan AS–Iran dengan buruk, sedangkan 34% menilai penanganannya baik.
Korban Tewas Lebih dari 1.000 Orang
Menurut laporan terbaru, serangan udara gabungan AS dan Israel pada 28 Februari menyebabkan lebih dari 1.000 orang tewas, termasuk:
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei
Lebih dari 150 siswi sekolah
Sejumlah pejabat militer senior Iran
Konflik tersebut memicu ketidakstabilan luas di kawasan Timur Tengah, serta serangan balasan dari Iran terhadap sejumlah lokasi yang terkait dengan Amerika Serikat di wilayah tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas akan menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi kuota haji pada 11 Agustus 2026 di PN Jakarta Pusat.
Melvyn Lorenzen menilai PSS Sleman memiliki tim kompetitif dan staf pelatih berkualitas setelah resmi bergabung dengan Super Elja.
Simak 4 tips membeli mobil bekas lewat lelang, mulai dari menentukan anggaran hingga menyiapkan kendaraan cadangan.
Googlebook Lenovo mulai terungkap ke publik. Laptop baru Google ini menggabungkan Android, Gemini AI, dan ChromeOS.
Justin Hubner memilih bertahan di Eropa setelah Fortuna Sittard menolak tawaran Persija Jakarta yang disebut bernilai jutaan.
Kunjungan wisatawan ke Sleman naik 14% menjadi 4,56 juta pada Semester I 2026. Wisatawan nusantara mendominasi hingga 98,2%.