Jembatan Gantung di Bengkulu Ambruk Saat Puluhan Remaja Duduk Santai, 9 Tewas

Proses pencarian korban jembatan gantung yang ambruk di Kaur, Bengkulu. - Antara
20 Januari 2020 13:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, BENGKULU – Sebuah jembatan gantung putus dan ambruk pada Minggu (19/1/2020) di Desa Bungin Tambun III Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Tim pencari dan penyelamat hingga Senin (20/1/2020) menemukan sembilan korban hanyut dan tewas dalam insiden tersebut.

“Pagi ini sudah ditemukan lagi dua orang jadi total korban jiwa meninggal dunia yang sudah ditemukan sembilan orang, masih ada satu korban lagi dalam pencarian,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaur Ujang Syafiri pada Senin.

Dia mengemukakan kronologi kejadian pada pukul 15.00 WIB Minggu, sekitar 30 anak remaja berstatus pelajar SMP dan SMA bersantai di atas jembatan Sungai Padang Guci itu.

Kuat dugaan, kata Ujang, terjadi kelebihan beban di mana jembatan tersebut juga menjadi jalur hilir-mudik para petani membuat jembatan putus sehingga sekira 20 orang jatuh ke sungai.

“Sebagian mampu menyelamatkan diri, tapi 10 orang tidak berhasil melawan arus sungai sehingga terseret dan tenggelam,” ucapnya.

Hal itu, menurut dia, perlu diluruskan sebab informasi sebelumnya disebutkan bahwa jembatan Gedung Louis di Desa Bungin Tambun III itu putus akibat diterjang banjir bandang.

Pencarian korban jiwa dilaksanakan hingga Senin pukul 02.00 WIB di mana tim menemukan tujuh orang korban meninggal dan Senin pagi dilanjutkan pencarian dan tim menemukan tiga orang korban lainnya.

“Seorang korban terluka cukup parah masih dirawat di Rumah Sakit Cahaya Batin Kaur,” ucapnya.

Warga lokal yang turut membantu pencarian korban, Nopri Anto mengatakan korban meninggal ditemukan dalam radius 3 kilometer hingga 20 kilometer dari lokasi jembatan putus.

Korban meninggal yang dirilis BPBD Kabupaten Kaur, Emilia binti Minut, warga Desa Manau IX II, Yeni binti Kamharudin, Desa Manau IX II, Pio bin Didi warga Desa Bungin Tambun, Peri Rahman bin Tisri, Desa Pulau Panggung, Migi bin Jon Armada warga Desa Rigangan, Mika binti Sus, Desa Bungin Tambun III, Viki bin Ida, Desa Pulau Panggung, Intan Guspaini binti Indi Irawan warga Desa Bungin Tambun III, Guspal Saputra bin Sarpudin warga Desa Tanjung Ganti.

Sementara satu korban hanyut yang belum ditemukan atas nama Ipan bin Ujang warga Desa Pulau Panggung.

Sumber : Antara