Menteri PPPA Ingatkan Pentingnya Mendidik dan Melindungi Anak
Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menegaskan masa depan Indonesia ditentukan cara mendidik dan melindungi anak menuju Generasi Emas 2045.
Raja Keraton Sejagat/ist
Harianjogja.com, BANJARNEGARA - Keberadaan Keraton Agung Sejagat (KAS) di Desa Pogung Jurutengah Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo menggemparkan publik belakangan ini. Keraton itu dipimpin oleh Toto Santoso Hadiningrat yang dipanggil Sinuhun. Permaisurinya dipanggil Ratu Dyah Gitarja.
Sayangnya, riwayat keraton itu harus berakhir sebelum masa keemasan yang dinantikan kelompok itu datang. Lantaran, sang raja dan permaisurinya tak berdaya saat ditangkap polisi. Baju kebesarannya pun telah berganti baju tahanan di Polda Jawa Tengah dan terancam hukuman pidana.
Warganet kini kembali dihebohkan dengan foto kegiatan Toto dan pengikutnya yang beredar di media sosial. Tempat pelaksanaan acara itu pun tak asing, yakni di Tuk Bimalukar Dieng. Jika benar informasi itu, berarti kelompok itu sudah eksis cukup lama.
Kepala UPTD Objek Wisata Dieng Dinas Pariwisata Banjarnegara Aryadi Darwanto membenarkan peristiwa itu. Ia mengatakan pada tahun 2019 lalu, Toto dan ratusan pengikutnya datang ke Dieng untuk melaksanakan acara pengukuhan. Acara itu dipusatkan di komplek Candi Arjuna Dieng dengan seizin Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Dieng.
"Pesertanya ada yang dari Klaten, Jogja, dan Purworejo. Warga lokal sepertinya tidak ada," katanya
Aryadi mengatakan, mereka mengawali prosesi itu dengan ritual pengambilan air suci di Tuk Bima Lukar Desa Dieng Wetan Kecamatan Kejajar Wonosobo. Acara berlanjut kirab menuju Candi Arjuna Dieng dengan diiringi alunan musik. Warga setempat turut menyaksikan kegiatan yang meriah itu.
"Acaranya biasa sih, doa-doa gitu, terus pengukuhan, ada nyanyian hymne nya juga isinya bagus, "katanya
Aryadi mengatakan, acara itu digelar sejak sehabis magrib sampai sekitar pukul 02.00 Wib dini hari. Aryadi mengaku sempat menyaksikan acara itu namun tak sampai selesai. Ia mengaku tak kuat dengan suhu Dieng yang semakin turun menjelang tengah malam.
Terlebih saat itu turun embun es di kawasan Dieng sehingga hawa dingin terasa kuat. Namun hawa beku itu ternyata tidak membuat peserta kegiatan itu bubar. Mereka tetap melangsungkan kegiatan hingga dini hari.
"Saya juga heran mereka bisa kuat, itu pas turun salju," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menegaskan masa depan Indonesia ditentukan cara mendidik dan melindungi anak menuju Generasi Emas 2045.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 26 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 26 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.