Advertisement

Ada Pilot Sebut Boeing 737 MAX Dirancang Badut & Diawasi Monyet

Renat Sofie Andriani
Jum'at, 10 Januari 2020 - 15:27 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Ada Pilot Sebut Boeing 737 MAX Dirancang Badut & Diawasi Monyet Karyawan Boeing di depan pesawat 737 MAX 8 yang sedang keluar dari jalur produksi di Renton, Washington, Amerika Serikat, pada 13 Maret 2018. - Reuters

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Boeing menerima pesan internal baru yang berisikan kegelisahan dan olok-olok sejumlah karyawan perusahaan terkait pesawat model 737 MAX.

"Pesawat ini dirancang oleh badut-badut, yang kemudian di bawah pengawasan para monyet,” tutur seorang pilot perusahaan dalam pesan kepada rekannya pada 2016, yang diungkapkan oleh Boeing secara terbuka pada Kamis malam (9/1/2020) waktu setempat.

Pabrikan pesawat asal Amerika Serikat tersebut telah memberikan dokumen-dokumen terkait kepada para anggota parlemen dan Federal Aviation Administration (FAA) AS sebagian bagian dari proses penyelidikan Boeing 737 MAX.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Rangkaian komunikasi itu mengancam akan meruntuhkan upaya Boeing untuk membangun kembali kepercayaan publik pada 737 MAX, setelah otoritas penerbangan global melarang terbang pesawat jenis model ini pascadua kecelakaan mematikan yang melibatkannya.

Seperti diketahui, Boeing 737 MAX yang dioperasikan Lion Air terjun bebas ke Laut Jawa beberapa menit setelah lepas landas pada 29 Oktober 2018.

Hanya berselang kurang dari lima bulan kemudian, sebuah pesawat Ethiopian Airlines bermodel sama jatuh menghantam daratan Ethiopia pada Maret 2019. Total 346 jiwa melayang akibat dua kecelakaan fatal itu.

Kedua tragedi ini serentak mendorong larangan terbang pesawat jet terlaris Boeing tersebut di seantero dunia dan investigasi menyeluruh oleh otoritas penerbangan khususnya di AS.

Ketua komite DPR AS, yang bertugas mengawasi penyelidikan Boeing 737 MAX, menyebut pesan itu "sangat memberatkan".

“Rangkaian surel itu melukiskan gambaran yang sangat mengganggu tentang panjangnya jarak yang  ditempuh Boeing untuk menghindari pengawasan dari regulator, kru penerbangan, dan masyarakat terbang, bahkan ketika karyawannya sendiri telah membunyikan alarm secara internal,” tutur Chairman Komite Transportasi dan Infrastruktur DPR AS Peter DeFazio, mengatakan dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Bloomberg.

Advertisement

Dalam sebuah pernyataan terpisah, pihak Boeing mengutarakan penyesalan atas isi rangkaian komunikasi tersebut dan meminta maaf kepada FAA, Kongres AS, pelanggan maskapai, dan publik yang terbang bersama Boeing.

“Kami telah membuat perubahan-perubahan signifikan sebagai perusahaan demi meningkatkan proses keselamatan, organisasi, dan budaya kami,” papar Boeing.

Di sisi lain, FAA mengatakan pihaknya telah mengkaji pesan internal Boeing dan menemukan bahwa “tidak ada di dalamnya menunjukkan pada risiko keselamatan yang belum teridentifikasi sebagai bagian dari tinjauan berkelanjutan dari modifikasi yang diusulkan untuk pesawat itu".

Advertisement

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Bisnis Kerajinan Celengan Karakter Berbahan Gipsum di Bantul Datangkan Untung Jutaan Rupiah

Bantul
| Selasa, 04 Oktober 2022, 00:27 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement