Diserang Rusia, Ukraina Punya Cara Rayakan Kemerdekaannya Hari Ini
Hari Kemerdekaan Ukraina ke-31 diperingati pada hari ini, Rabu (24/8/2022). Namun, perayaan tahun ini berbeda karena invasi Rusia.
Kerabat anggota awak pesawat Boeing 737-800 Ukraine International Airlines yang jatuh di Iran. Mereka berkabung di Bandara Internasional Boryspil. / Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA — Ada sebuah bukti yang menunjukkan sebuah rudal Iran telah menjatuhkan pesawat Ukraina pada Rabu (8/1/2020), tetapi kemungkinan serangan itu "tidak disengaja". Hal tersebut disampaikan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.
Intelijen Kanada dan sekutunya mendukung kesimpulan itu. Akan tetapi, dia menolak untuk menjelaskan mengenai informasi dari intelijen tersebut.
Menurut Trudeau, tampaknya rudal yang menjatuhkan pesawat itu merupakan jenis jelajah permukaan ke udara. Jumlah warga Kanada yang turut tewas sebanyak 63 orang.
"Kami memiliki intelijen dari berbagai sumber, termasuk sekutu kami dan intelijen kami sendiri yang menunjukkan bukti bahwa pesawat itu ditembak jatuh oleh rudal Iran,” kata Trudeau kepada wartawan di Ottawa seperti dikutip aljazeera.com, Jumat (10/1/2020).
Akan tetapi, ujarnya, bisa saja insiden itu tidak disengaja.
Sebelumnya, para pejabat Amerika Serikat mengatakan bahwa "sangat mungkin" sebuah rudal antipesawat Iran telah menjatuhkan pesawat itu dan menewaskan semua dari 176 orang di dalamnya. Mereka menyatakan kejadian itu bisa merupakan sebuah kesalahan.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga mengatakan bahwa ada badan informasi yang menyatakan pesawat itu ditembak jatuh oleh rudal darat ke udara Iran dan bisa saja tidak disengaja.
Iran sebelumnya menolak laporan itu dan menyebutnya sebagai "rumor tidak masuk akal".
"Tidak mungkin rudal menabrak pesawat Ukraina," kata Kepala Penerbangan Sipil Iran seperti dikutip oleh kantor berita Iran, INSA.
Pesawat Ukraine International Airlines yang sedang terbang menuju Ibu Kota Ukraina, Kyiv, jatuh beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran pada Rabu (8/1/2020) di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.
Penyelidik Iran merilis laporan awal kemarin dan mengatakan bahwa pesawat itu terbakar dan mencoba berbalik, tetapi krunya tidak pernah membuat panggilan radio untuk meminta bantuan. Laporan itu menyebut insiden tersebut sebagai kecelakaan.
Investigasi mendalam terhadap bencana maskapai biasanya memakan waktu berbulan-bulan.
Kecelakaan itu terjadi beberapa jam setelah Iran meluncurkan serangan rudal terhadap pasukan pimpinan AS di Irak. Serangan itu sebagai balasan atas pembunuhan AS atas komandan Iran Qassem Soleimani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Hari Kemerdekaan Ukraina ke-31 diperingati pada hari ini, Rabu (24/8/2022). Namun, perayaan tahun ini berbeda karena invasi Rusia.
Polisi selidiki keributan di Tegalrejo Jogja yang viral di media sosial. Diduga terjadi penganiayaan usai cekcok di jalan.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.