Trump Sebut Serangan Rudal Iran Tak Bahayakan Pasukan AS

Presiden AS Donald Trump berbicara selama upacara penandatanganan "Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional untuk Tahun Anggaran 2020" di Pangkalan Bersama Andrews, Maryland, AS 20 Desember 2019. - Reuters
09 Januari 2020 12:37 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Serangan rudal Iran pada dua pangkalan di Irak tidak membahayakan pasukan Amerika Serikat yang ditempatkan di sana. Presiden AS Donald Trump menyampaikan kerusakan yang dialami sangat minim.

Menurut Trump , eheran ingin mengurangi eskalasi konflik dan kelihatannya ingin meredakan ketegangan. Memanasnya hubungan antara Washington dan Teheran dipicu oleh pembunuhan terhadap komandan militer Iran, Qassem Soleimani saat berkunjung ke Irak pekan lalu.

Trump mengumumkan AS akan segera menjatuhkan sanksi "kuat" sampai "Iran mengubah perilakunya".

Komentar itu merupakan pernyataan pertama Trump di televisi sejak Iran menembakkan lebih dari selusin rudal di dua pangkalan Irak yang menampung pasukan AS. Trump juga mengatakan tidak ada korban di pihak Irak.

"Fakta bahwa kita memiliki militer dan peralatan hebat ini, tidak berarti kita harus menggunakannya. Kami tidak ingin menggunakannya. Kekuatan Amerika Serikat, baik militer maupun ekonomi, adalah pencegah terbaik,” ujar Trump seperti dikutip Aljazeera.com, Kamis (9/1/2020). 

Pidato Trump itu berbeda dari nada sebelumnya ketika melalui akun pribadinya menyatakan akan" menyerang balik "jika Iran menyerang warga negara AS setelah Trump memerintahkan pembunuhan atas komandan militer Garda Revolusi Qassem Soleimani. 

Pangkalan Erbil dan pangkalan Ain al-Asad di Irak barat menjadi sasaran serangan rudal Iran sebagai pembalasan atas pembunuhan Soleimani. 

Sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Hosseini Khamenei mengatakan serangan Iran adalah "tamparan di muka" AS dan pasukan negara itu harus meninggalkan wilayah tersebut.

Menteri luar negeri Iran mengatakan Iran mengambil "langkah-langkah proporsional" untuk membela diri dan tidak mencari eskalasi.

Iran bersumpah akan membalas dendam dengan keras. Parlemen Irak memilih untuk mengusir pasukan AS dari Irak. Langkah itu akan merusak upaya untuk memerangi ISIS di kawasan tersebut dan akan memperkuat pengaruh Iran di Timur Tengah. 

Trump mengatakan AS akan terus mencari opsi untuk menanggapi serangan, tetapi tidak menjelaskan lebih lanjut. Dia mengatakan akan meminta NATO "untuk menjadi lebih terlibat" di Timur Tengah.

Sumber : bisnis.com