Polisi Yakin Reynhard Sinaga Pakai GHB untuk Kelabui Korbannya

Reynhard Sinaga predator seks pemerkosa 190 pria di Inggris divonis hukuman seumur hidup oleh pengadilan Manchester, Senin (6/1/2020). - AFP/Suara.com
07 Januari 2020 12:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, INGGRIS - Warga Negara Indonesia (WNI) Reynhard Sinaga tengah menjadi perbincangan hangat di media Inggris. Lelaki 36 tahun asal Jambi tersebut terjerat kasus pemerkosaan terhadap ratusan pria di Manchester, Inggris.

Berdasarkan catatan kepolisian, jumlah korban Reynhard diduga mencapai 190 pria dalam periode dua setengah tahun. Sebagian besar korbannya adalah pria heteroseksual berkulit putih dengan rerata usia baru 21 tahun.

Pihak kepolisian mengatakan Reynhard selalu membawa korban ke apartemennya, membuat mereka mabuk, kemudian membiusnya dan merekam aksinya saat memperkosa korban yang sudah tak sadarkan diri.

Dilansir Instinct Magazine, polisi meyakini Reyhard menggunakan obat GHB untuk melancarkan aksinya.

Berdasarkan Alcohol.org, GHB atau gamma-hydroxybutyrate memang sering disalahgunakan untuk kasus pelecehan seksual. Inilah sebabnya GHB terkadang disebut sebagai 'date rape'.

BBC melaporkan bahwa obat ini sangat umum digunakan pasangan untuk meningkatkan hubungan seks. Namun, bagi pemerkosa, GHB digunakan sebagai 'senjata'.

Karena termasuk obat depresan, GHB memiliki efek euforia, meningkatkan gairah seks dan ketenangan.

GHB merupakan obat yang identik dengan GBL (gamma-butyrolactone), zat yang dijual secara legal sebagai pelarut, tetapi akan menjadi GHB apabila dikonsumsi atau masuk ke dalam tubuh.

Nama lain dari GHB adalah G, Georgia Home Boy, cherry meth, hingga juice, dilansir Alcohol and Drug Foundation. Obat ini sangat mudah dicampurkan dengan alkohol atau minuman lain lantaran berbentuk cairan bening atau bubuk.

Diketahui Reynhard telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dengan tidak ada pembebasan bersyarat untuk setidaknya 30 tahun oleh Pengadilan Manchester.

Sumber : Instinct Magazine/Suara.com