Curah Hujan di Jakarta Pecahkan Rekor

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. - JIBI/Bisnis.com
01 Januari 2020 23:07 WIB Aziz Rahardyan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengungkap curah hujan pada malam Tahun Baru 2020 di Jakarta terlampau tinggi sehingga banjir di beberapa kawasan Ibu Kota tak bisa dihindari.

"Pada Jumat lalu, kita sudah koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI, dan sebenarnya sudah ada langkah-angkah kesiapsiagaan," ujarnya selepas mengecek kawasan terdampak banjir lewat udara bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Monas, Rabu (1/1/2019).

"Tetapi karena mulai tadi malam sampai dengan dini hari, curah hujan yang sangat lebat, mencapai lebih dari 300 mm, di daerah Halim bahkan curah hujan mencapai rekor tertinggi yaitu mencapai 377 mm, kemudian di daerah sekitar TMII sekitar 350, di sekitar Jati Asih 270 mm. Jadi ini merupakan suatu rekor curah hujan tinggi dalam beberapa jam terakhir," katanya.

Selain itu, Doni menyebut faktor tinggi permukaan air laut pun mempengaruhi lamanya banjir surut. Menurut data BMKG, permukaan air laut berada di ketinggian 184 cm, padahal normalnya di bawah 160 cm. 

Anies pun mengungkap bahwa curah hujan tinggi ini merupakan salah satu alasan kenapa wilayah-wilayah yang sebelumnya jarang tergenang, kini justru kebanjiran.

"Ini menggambarkan data BMKG bahwa curah hujan mencerminkan lokasi banjir intensif, mencerminkan titik yang banjir. Kita menemukan tempat yang 20 tahun tidak banjir, tapi laporan BMKG curah hujan disana tinggi [jadi tergenang]," jelasnya.

Oleh sebab itu, Anies mengungkap bahwa jajarannya kini fokus mengantisipasi hujan kiriman. Masyarakat di sekitar Kali Ciliwung diminta waspada.

"Saat ini alhamdulillah di Katulampa menunjukkan [arus] cukup rendah. Artinya air yang volumenya besar sudah lewat sekarang dalam perjalanan ke Jakarta. Begitu juga dari pintu air di Depok kita mendapatkan informasi bahwa angkanya cukup tinggi. Jadi kita antisipasi itu. Artinya saya menghimbau kepada seluruh masyarakat yang berada di wilayah bantaran sungai untuk bersiaga dan seluruh jajaran sudah siap membantu," jelasnya.

Selain itu, Anies menjamin akan berkoordinasi dan mengevaluasi kejadian ini bersama semua pihak. Terlebih, dalam menghadapi hujan yang lebih lebat di puncak musim penghujan bulan Februari dan Maret 2019.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia