Ini Penyebab Konstruksi Tol Layang Jakarta-Cikampek Bergelombang

Sejumlah kendaraan melintasi Tol Layang (Elevated) Jakarta-Cikampek II di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (15/12/2019). Tol Layang ini memiliki panjang 36,4 km dari Cikunir-Karawang Timur. - Antara/Fakhri Hermansyah
16 Desember 2019 08:37 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Konstruksi jalan tol layang Jakarta—Cikampek tampak bergelombang saat dilihat dari ketinggian. Konstruksi tersebut dibuat untuk menyesuaikan kondisi jalan di bawahnya.

Pimpinan Proyek Area 1 PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) Prajudi mengatakan bahwa jalan tol layang tersebut dibuat tidak terlalu tinggi dari ruas tol yang ada di bawahnya atau mengambil clearence minimal yakni 5,1 meter.

"Waktu melewati jembatan, maka ditinggikan. Pokoknya jarak [clearence] harus 5,1 meter," ujarnya di Jakarta, Minggu (15/12/2019).

Selain itu, Prajudi juga menambahkan setelah diresmikan hingga waktu pembukaan untuk publik, jalan tol layang Jakarta—Cikampek (Japek) mendapat sentuhan terakhir pada sarana dan prasarana pendukung.

"Dalam beberapa hari setelah diresmikan, kami menambahkan barrier di sejumlah titik, termasuk penambahan rambu-rambu," katanya.

Karena hanya diperuntukkan untuk kendaraan kecil atau Golongan I nonbus dan nontruk, pada tiap-tiap ujung ruas tol dipasang portal agar pengendara bisa memperhitungkan apakah kendaraanya diizinkan melintas atau tidak.

Selain itu, ruas tol layang sepanjang 38 kilometer ini diharapkan dapat memecah kepadatan lalu lintas di ruas yang sudah ada (existing) hingga 30 persen, terutama pada masa Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia