Terungkap! Dugaan Kekerasan Seksual 9 Tahun oleh Ayah di Sukoharjo
Kasus dugaan kekerasan seksual ayah terhadap anak selama 9 tahun di Sukoharjo diselidiki polisi. Korban alami trauma berat.
Ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, JEMBER– Teror ular kobra tak hanya terjadi di Gunungkidul. Belakangan, teror ular berbisa itu juga ditemukan di Jawa Timur.
Teror ular kobra menghantui warga Kabupaten Jember, Jawa Timur. Jika sebelumnya ular berbisa itu banyak ditemukan di perumahan, saat ini bermunculan di kawasan perkampungan padat penduduk.
Salah satunya di perkampungan di Jalan Jaya Negara, Kecamatan Kaliwates, Jember. Dalam beberapa hari terakhir, warga setempat bahkan masuk ke rumah-rumah warga. Kemunculan ular kobra ini usai turunnya hujan.
Warga yang cemas langsung menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Jember. Atas laporan warga, tim segera melakukan penyisiran.
Benar saja, petugas menemukan seekor ular kobra yang bersembunyi di balik tumpukan perkakas tidak terpakai milik warga. Ular kobra anakan berukuran 30 sentimeter itu langsung dievakuasi agar tidak membahayakan warga. Petugas juga menemukan satu anak ular kobra lainnya di lokasi yang sama.
Menurut warga, sejak lima hari terakhir, tidak kurang sudah 15 ular kobra dengan berbagai ukuran ditangkap warga. Tidak hanya di lorong gang, kawanan ular kobra juga ditemukan masuk ke kamar warga.
"Sudah ada 15 ular kobra yang ditangkap di sini. Yang masuk rumah ada 6, tapi kecil-kecil," kata warga setempat bernama Tika, Sabtu 7 Desember 2019, seperti dinukil dari iNews.id.
Meski sejauh ini tidak ada korban tergigit, teror kawanan ular kobra yang masuk ke rumah-rumah cukup meresahkan warga, terlebih bagi mereka yang memiliki anak kecil.
"Kami kan takut, karena banyak anak kecil di sini. Apalagi saya punya dua anak kecil, takutnya digigit," kata Tika
.Belum diketahui pasti asal kemunculan belasan ular kobra tersebut. Namun diduga kawanan ular kobra itu bersarang di dalam selokan air warga yang langsung menuju ke sungai.
Petugas Damkar akhirnya membongkar selokan air tersebut lantaran diduga menjadi lokasi kawanan ular kobra bersarang.
Fenomena kemunculan ular kobra ini diduga berkaitan dengan perubahan cuaca yang bertepatan dengan musim kawin binatang itu. Akibatnya, hewan melata tersebut masuk ke permukiman warga.
Salah satu petugas Damkar Jember, Dwi Atmoko, mengimbau warga merapikan barang-barang bekas yang tidak terpakai. Kemudian membersihkan saluran air agar tidak menjadi sarang kawanan ular.
"Untuk antisipasi, kami imbau warga membersihkan lorong, rapikan, kalau bisa sering ada kerja bakti lah," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Kasus dugaan kekerasan seksual ayah terhadap anak selama 9 tahun di Sukoharjo diselidiki polisi. Korban alami trauma berat.
Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski kurs dolar dan ekonomi global bergejolak.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.