Miris, Indonesia Anggota G-20 tapi Punya Masalah Sanitasi dan Air Bersih

Wakil Presiden Maruf Amin. - Antara
04 Desember 2019 03:57 WIB Anggara Pernando News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Indonesia sebagai negara anggota kelompok G-20 seharusnya tidak memiliki masalah mendasar bagi masyarakat yakni akses air bersih.

Kelompok ekonomi G-20 adalah 19 negara di tambah kelompok Uni Eropa sebagai negara dengan perekonomian terbesar di dunia.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menuturkan laporan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) baru 88% masyarakat yang memiliki akses ke air baku. Sedangkan akses sarana sanitasi layak baru dinikmati oleh 77% masyarakat.

"Akses tadi baru akses terhadap sumber air minum layak, sedangkan akses air minum yang aman melalui perpipaan baru mendekati 20 persen. Indonesia adalah anggota negara G-20, jadi kita harus berusaha keras agar akses terhadap air minum yang aman melalui perpipaan harus menjadi tujuan kita agar paling tidak sejajar dengan negara tetangga kita," kata Ma'ruf dalam Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) 2019 di Jakarta, Senin (2/12/2019).

Buruknya akses air bersih ini membuat masalah ikutan dalam kesehatan masyarakat. Menurut Ma'ruf masalah air bersih dan sanitasi ini membuat Indonesia memiliki masalah serius terkait anak tumbuh kerdil (stunting). 

Buruknya sanitasi dan ketidaktersediaan air bersih juga berkontribusi pada berbagai infeksi yang menyebabkan tingginya kematian bayi di Indonesia. Angka Kematian Bayi (AKB) kurang dari 1 tahun di Indonesia adalah 24 per 1.000 kelahiran, jauh diatas angka di Malaysia sebesar 6,7 per 1.000 kelahiran, dan di Thailand 7,8 per 1.000 kelahiran.

"Saya ingin menekankan bahwa Indonesia adalah anggota negara G-20 dan karenanya kita harus dapat keluar dari berbagai tantangan tadi," katanya.

Sumber : bisnis.com