BBMKG Ingatkan Air Laut Pasang di Bali 26-30 September
BBMKG memperingatkan potensi air laut pasang di Bali pada 26-30 September 2026. Warga pesisir diminta waspada terhadap dampaknya.
Peserta Reuni 212 salat tahajud di Lapangan Monas di Jakarta Pusat, Senin dini hari (2/12/2019)./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang Ahmad Atang mengatakan bahwa aksi 212 sekarang ini hanya ingin menunjukkan eksistensi bahwa kelompok ini masih ada.
"Aksi 212 sekarang menurut saya hanya ingin menunjukkan eksistensi bahwa kelompok ini masih ada setelah hilang beberapa bulan," kata Dr. Ahmad Atang, M.Si. di Kupang, Senin (2/12/2019).
Ahmad Atang yang pernah sebagai Pembantu Rektor I UMK mengemukakan hal itu menjawab pertanyaan seputar masih urgensi reuni 212 yang akan berlangsung pada hari ini di Jakarta.
Menurut dia, 212 merupakan gerakan moral keagamaan yang diawali dengan persoalan penistaaan agama yang dilakukan mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Meskipun demikian, 212 bermetaformasis menjadi gerakan keagamaan yang berbasis politik sejak Pilkada DKI Jakarta hingga pemilu dan Pilpres 2019.
Ahmad Atang mengatakan bahwa 212 telah menjadi pola di kalangan aktivis Islam jalanan untuk menyuarakan kepentingan sosial dan politik umat.
Jika dilihat dari momentum, kata dia, tidak terlihat ada benang merah antara gerakan 212 dan situasi sosial politik bangsa pada hari ini.
Namun, kalau dilihat dari isu gerakan, masih terkait dengan persoalan Habib Ridzeq yang masih dicekal oleh pemerintah Arab Saudi. Pada saat ini terjadi saling klaim dan saling bantah antara pemerintah dan Habib soal isu pencekalan tersebut.
Selain itu, persoalan legalitas FPI tentu juga akan menjadi isu gerakan karena pemerintah belum mengeluarkan izin perpanjangannya.
Ia menegaskan kembali bahwa aksi 212 hanya ingin menunjukkan eksistensi bahwa kelompok ini masih ada setelah hilang beberapa bulan.
"Artinya, tidak ada isu seksi yang dieksploitasi, kecuali isu lama yang dikemas untuk menarik minat publik," katanya Ahmad Atang menambahkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BBMKG memperingatkan potensi air laut pasang di Bali pada 26-30 September 2026. Warga pesisir diminta waspada terhadap dampaknya.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Kamis 24 September 2026 lengkap dengan rute, jam keberangkatan dan tarif promo Rp50.000.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 24 September 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 24 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.