Advertisement
Residivis Curi Kabel Pompa di Ngawi, Nyaris Diamuk Warga
Ilustrasi. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, NGAWI—Aksi pencurian kabel pompa air di area persawahan Desa Tawun, Ngawi, berakhir ricuh setelah pelaku tertangkap tangan dan nyaris dihajar massa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi pencurian tersebut dilakukan oleh seorang pria berusia lebih dari 40 tahun pada Selasa (23/12/2025). Usai diamankan warga dan dibawa ke balai desa setempat, diketahui pelaku bernama Ari Sujarwanto, warga Desa Sambirejo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun.
Advertisement
Kepala Unit Pidana Umum (Kanit Pidum) Satreskrim Polres Ngawi, Ipda Teguh Wahyu Utomo, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan pelaku telah ditangkap petugas sesaat setelah menerima laporan dari warga dan mendatangi lokasi kejadian.
Pelaku Residivis, Mengaku Sudah Puluhan Kali Beraksi
Dari hasil pemeriksaan awal, Ipda Teguh mengungkapkan pelaku melakukan aksinya seorang diri dengan bermodal pengalaman puluhan kali melakukan pencurian serupa.
BACA JUGA
“Pelaku ini sudah lebih dari 30 kali melakukan aksi yang sama, saat kejadian kemarin waktu dipergoki warga sempat ingin menyerang tapi akhirnya diseret ke balai desa setempat,” ujarnya, Jumat (26/12/2025).
Beruntung, warga yang pertama kali memergoki pelaku tidak mengalami luka meski sempat nyaris ditusuk menggunakan tang pemotong kabel Sibel. Aparat kepolisian yang tiba di lokasi segera mengamankan pelaku untuk mencegah aksi main hakim sendiri, sekaligus menyita barang bukti berupa puluhan potong kabel pompa Sibel beserta tang pemotongnya.
“Dia juga residivis, tercatat sudah 3 kali mendekam di tahanan karena kasus serupa,” jelasnya.
Motif Ekonomi dan Ancaman Hukuman Berat
Dari hasil interogasi, aksi nekat pelaku dilatarbelakangi tingginya harga jual tembaga dan timah yang terkandung dalam kabel pompa Sibel. Nilai jualnya disebut mencapai Rp115.000 per kilogram. Saat ini, kepolisian masih melakukan pengembangan kasus guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku dalam tindak pidana lain.
“Pelaku kami jerat dengan pasal 365 Kitab Undang-undang Hukum Pidana [KUHP] tentang pencurian disertai kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
- Krisis Pupuk Global Mengintai, Petani Indonesia Terancam
- Respons Yaqut Cholil Qoumas Seusai Diperiksa KPK Hari Ini
Advertisement
Produksi Sampah di Bantul Naik 8 Persen Selama Libur Lebaran
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Teh Bisa Kehilangan Manfaat Jika Dicampur Ini
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Anak Balita Tiba-Tiba Menolak Makan, Ini Penyebabnya
Advertisement
Advertisement







